JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani khawatir pelibatan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di bidang pertanian dapat menyita waktu latihan tempur prajurit.
"Setiap jam yang mereka lakukan untuk bertani, beternak, dan lain-lain itu sebetulnya mengambil jatah atau alokasi tempur mereka, jam tempur mereka," kata Jaleswari usai peluncuran buku "Memoar Agus Widjojo: Militer Pemikir, Pemikir Militer" di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Mahasiswa di Kupang Sampaikan 28 Tuntutan, dari Penurunan Harga BBM hingga Penolakan Batalyon Teritorial
Kepala LAB 45 dan mantan Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden ini mempertanyakan keterlibatan pasukan TNI dalam membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Menurutnya petani lebih punya keahlian informasi tentang pertanian itu sendiri ketimbang tentara.
"Pertanian ini kan bukan sekedar menanam padi, tetapi itu ada tekniknya, cuacanya seperti apa, kalkulasinya segala macam," ujarnya.
Baca juga: TNI Kelola 2,5 Juta Hektar Lahan untuk Ketahanan Pangan Nasional
Ia mengatakan, seharusnya pemerintah lebih memberdayakan masyarakat dalam bidang pertanian, bukan malah mempersempit ruang sipil.
Ia khawatir hal ini akan memunculkan gesekan antara militer dan sipil.
"Seperti contoh di Jember, itu kan petani kan protes karena lahannya dipakai untuk membangun batalyon-batalyon ini," ungkapnya.
Baca juga: Duduk Perkara Polemik Batalyon TP di Silo Jember yang Kini Dievaluasi Kemhan
Ia juga mempertanyakan rencana pemerintah menambah 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan setiap tahunnya.
Menurutnya saat ini belum ada urgensi yang membutuhkan pasukan dengan jumlah banyak.
"Di-deploy pasukan besar-besaran itu kan juga harus berdasarkan apa kebutuhannya, kedaruratannya," tegasnya.
Rencana TNISebelumnya TNI menargetkan pembangunan 750 satuan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia hingga 2029.
Program itu menjadi bagian dari implementasi Optimum Essential Force (OEF) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 guna mewujudkan postur pertahanan nasional yang adaptif dan modern.
Baca juga: Kemenhan Targetkan Bangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan Setiap Tahun
Satuan yang dibangun terdiri dari Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), satuan bantuan tempur, hingga satuan bantuan administrasi.
Dari total target tersebut, sebanyak 593 merupakan Yon TP, sedangkan 157 lainnya berupa satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




