Pembangunan Jalur Selatan Trenggalek Ditambahi Anggaran Rp19 Miliar

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Pantai Selatan (Pansela) dengan menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp19 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek guna mempercepat proses pembebasan lahan dalam rangka pembangunan infrastruktur terkait di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim Mohammad Yasin menjelaskan progres pembangunan Jalur Pansela saat ini telah mencapai sekitar 400 kilometer atau sekitar 60% dari total keseluruhan panjang jalan sekitar 680 kilometer, yang membentang mulai Pacitan hingga Banyuwangi.

"Yang sudah terbangun hampir 400 kilometer atau sekitar 60%. Saat ini juga masih ada sekitar 20 kilometer yang sedang berproses. Sisanya akan terus kami percepat," beber Yasin, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, tantangan utama penyelesaian JLS bukan terletak pada pembangunan fisik, melainkan proses pembebasan lahan di sejumlah daerah yang memiliki keterbatasan fiskal.

Salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala yakni Kabupaten Trenggalek. Oleh sebab itu, Yasin mengungkapkan Pemprov Jatim memberikan bantuan Rp19 miliar guna mempercepat penyelesaian pembebasan lahan.

"Tahun ini kami memberikan bantuan sekitar Rp19 miliar untuk pembebasan lahan. Mudah-mudahan dengan bantuan itu percepatan pembangunan Pansela bisa segera terwujud," tegasnya.

Baca Juga

  • Proyek 3 Ruas Jalur Pansela 90,22 Km Rampung, Habiskan Dana Rp1,08 Triliun
  • Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa Timur Siap Dilalui Pemudik
  • Garut Tagih Janji Pemprov Jabar Bangun Pelabuhan di Pantai Selatan

Yasin menjelaskan pembangunan JLS tersebut adalah sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia menjelaskan pemerintah pusat bertugas membangun infrastruktur jalan, sementara pemerintah daerah mempersiapkan berbagai kebutuhan awal, termasuk pembebasan lahan.

Lebih lanjut, ia menyebut Pemprov Jatim juga membuka peluang untuk memberikan bantuan serupa kepada pemerintah daerah lainnya yang terganjal dalam hal anggaran untuk melakukan pembebasan lahan berkaitan dengan proyek tersebut.

"Nanti akan kami evaluasi lagi. Kalau memang ada daerah yang kemampuan fiskalnya belum mampu, kami akan coba memberikan dukungan sesuai kemampuan keuangan daerah," ucapnya.

Yasin yakin bahwa keberadaan JLS akan menjadi motor penggerak ekonomi kawasan selatan Jatim, yang disebutnya selama ini masih tertinggal dibandingkan wilayah utara.

Saat ini, wilayah utara menyumbang sekitar 52% terhadap perekonomian Jawa Timur, sedangkan kontribusi wilayah selatan tercatat baru mencapai sekitar 20,3%.

Pemprov Jatim optimistis eksistensi JLS yang rencananya juga akan terhubung dengan jalan tol hingga Kepanjen, Malang dan akses menuju pusat kegiatan ekonomi dan industri akan mempercepat masuknya investasi, pengembangan pariwisata, serta memperlancar distribusi logistik. 

Bahkan, Yasin menyebut potensi yang terkandung di wilayah selatan Jatim tidak kalah mentereng dengan apa yang dimiliki Provinsi Bali saat ini. "Potensi wilayah selatan luar biasa, tidak kalah dengan Bali. Kalau akses jalannya selesai, ekonomi akan tumbuh dan kantong-kantong kemiskinan di wilayah selatan juga bisa ditekan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lamine Yamal Cetak Rekor Langka di Piala Dunia 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Didorong Dua Program Ini, Harga Beras di Merauke Berhasil Turun Jadi Rp15.500 per Kg
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
[FULL] Demo Mahasiswa Meluas di Sejumlah Daerah, Bagaimana Situasi di Semarang? | KOMPAS PETANG
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri China Parno Antek Asing, Tuduh Kura-Kura dan Ikan Mata-Mata
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal saat Pelatihan di Kaltim
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.