BALIKPAPAN, KOMPAS - Seorang perempuan calon manajer Koperasi Merah Putih dilaporkan meninggal saat menjalani masa pelatihan di Kalimantan Timur. Pihak TNI saat ini mendalami meninggalnya siswi Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman Kolonel Infanteri Gatot Teguh Waluyo mengatakan, siswi yang meninggal itu adalah peserta kiriman dari Jawa Timur. Ia tercatat mengikuti latihan dasar di bawah komando Resimen Induk Kodam (Rindam) VI/Mulawarman.
"Meninggalnya salah satu siswi SPPI karena sakit, kebetulan almarhumah merupakan pengiriman dari Jatim yang dikirim ke Kaltim untuk mendapatkan latihan dasar di bawah Rindam," kata Gatot saat dihubungi, Selasa (23/6/2026).
Gatot mengatakan, saat ini Kodam VI/Mulawarman masih mengumpulkan data dan kronologi lengkap di lapangan. Ia belum menyebut identitas dan penyebab meninggalnya calon manager Koperasi Merah Putih tersebut.
Pihak Kodam VI/Mulawarman berkomitmen untuk memberikan transparansi informasi begitu hasil pendalaman internal selesai dilakukan.
"Nanti kalau sudah ada perkembangan dari pendalaman yang sekarang masih berlangsung akan saya infokan. Untuk sementara, itu dulu yang bisa saya sampaikan," katanya.
Di Kalimantan Timur, Pendidikan dan Pelatihan SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih dibuka pada 17 Juni 2026 di Lapangan Dodikjur Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan. Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman Brigadir Jenderal Andy Setyawan.
Saat itu, Andy mengatakan bahwa program SPPI ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan berintegritas. Lulusan program ini nantinya akan menjadi manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Selama masa diklat, lanjut Andy, para peserta mengikuti latihan dasar kemiliteran dengan menerapkan metode Tripola Dasar, yang meliputi pembinaan karakter dan kedisiplinan, peningkatan kompetensi teknis, dan pembinaan jasmani.
Peserta juga mendapatkan pembekalan manajerial khusus di bidang koperasi dan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih. Hal ini, kata Andy, bertujuan agar para lulusan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah pesisir dan pedesaan.
"Ketahanan nasional juga ditopang oleh ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan," ujar Andy saat membuka kegiatan.





