Raffi Ahmad Siap Boyong RANS IPO, Valuasinya Kemahalan?

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan rentang harga penawaran awal di Rp135-Rp170 per saham.

Raffi Ahmad Siap Boyong RANS IPO, Valuasinya Kemahalan? (Foto: RANS)

IDXChannel - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan rentang harga penawaran awal di Rp135-Rp170 per saham.

Perusahaan yang bergerak di sektor media dan hiburan ini menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Baca Juga:
IPO RANS, Ada Dony Oskaria hingga Kaesang Pangarep di Balik Saham Perusahaan Raffi Ahmad

Pada kisaran harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar perseroan diperkirakan mencapai Rp1,70 triliun hingga Rp2,14 triliun.

Berdasarkan laba tahun 2025 sebesar Rp56,69 miliar, IPO ini mencerminkan price to earnings ratio (PER) sekitar 30-38 kali.

Baca Juga:
RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Lepas 20,02 Persen Saham Demi Raup Dana Rp429 Miliar

Level tersebut menempatkan RANS pada valuasi premium, terutama di tengah penurunan laba dan pendapatan pada tahun berjalan.

Dari sisi price to book value (PBV), valuasi tampak lebih moderat setelah memperhitungkan dana hasil IPO yang masuk ke ekuitas (pro forma).

Baca Juga:
RS Jakarta Eye Center (JECX) Incar Dana IPO Rp683 Miliar untuk Modal Kerja dan Lunasi Utang

Ekuitas perseroan yang semula Rp340,80 miliar akan bertambah sekitar Rp340,9 miliar hingga Rp429,25 miliar, sehingga menjadi Rp681,7 miliar hingga Rp770,1 miliar sebelum biaya emisi.

Dengan basis tersebut, PBV RANS berada di kisaran 2,5-2,8 kali. Meski lebih rendah dibanding perhitungan sebelum IPO, level ini masih tergolong premium untuk emiten dengan pertumbuhan laba yang belum stabil.

Secara keseluruhan, kombinasi PER yang tinggi dan PBV yang masih berada di atas rata-rata wajar sektor menunjukkan bahwa IPO RANS lebih mahal secara valuasi, dengan pricing yang sangat bergantung pada ekspektasi pertumbuhan ke depan.

Perseroan mencatat laba bersih 2025 turun 41,60 persen menjadi Rp56,69 miliar, sementara pendapatan juga terkoreksi 13,91 persen. Kondisi ini memperkuat bahwa basis fundamental saat ini belum sepenuhnya mendukung level valuasi yang ditawarkan.

Di sisi lain, RANS mengandalkan katalis ekspansi seperti bisnis hiburan, konser, Cipungland, pengembangan AI, hingga kosmetik untuk menopang pertumbuhan ke depan.

Namun, pasar akan menilai apakah cerita (story) ekspansi tersebut cukup kuat untuk menjustifikasi valuasi premium yang disematkan sejak IPO.

Perseroan juga mengungkapkan risiko utama berupa ketergantungan terhadap figur utama, yakni Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga.

Risiko tersebut dinilai dapat berdampak terhadap kinerja usaha apabila terjadi penurunan keterlibatan maupun isu reputasi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal Andy Burnham, Politikus Partai Buruh yang Berpotensi Gantikan Keir Starmer
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TBLA Tetapkan Dividen Rp360 Miliar, 40 Persen dari Laba Bersih
• 5 menit laluidxchannel.com
thumb
Megawati Terima Tokoh GNB: Tukar Gagasan hingga Diskusi Kebangsaan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Buntut Pemadaman Listrik di Jawa, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Pengadaan Batu Bara PLN
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Dukung Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.