Qatar : Ledakan Besar di “Ladang Gas Terbesar di Dunia”  54 Orang Terluka dan 18 Hilang

erabaru.net
8 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada 21 Juni 2026, sebuah pabrik di Kawasan Industri Ras Laffan, pusat transfer gas alam cair (LNG) terbesar di dunia di Qatar, dilaporkan mengalami ledakan yang diduga disebabkan oleh masalah teknis. Kobaran api menerangi langit malam dan asap tebal membumbung tinggi. Menurut Kementerian Dalam Negeri Qatar, insiden industri berskala besar ini mengakibatkan 54 orang terluka dan 18 orang lainnya dinyatakan hilang.

Setelah ledakan terjadi pada malam 21 Juni, tim pertahanan sipil dan regu penyelamat profesional segera dikerahkan ke lokasi untuk menangani keadaan darurat.

Seorang wartawan AFP melaporkan bahwa suara ledakan bahkan terdengar hingga ibu kota Doha, yang berjarak sekitar 80 kilometer dari lokasi kejadian.

Saat ini, tim penyelamat telah berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran.

Selama perang sebelumnya, Iran pernah menyerang infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia, termasuk Kawasan Industri Ras Laffan, sehingga Qatar terpaksa menghentikan produksi gas alamnya. Setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai perjanjian gencatan senjata, kawasan industri tersebut kembali beroperasi.

Perusahaan milik negara QatarEnergy menyatakan bahwa saat ledakan terjadi, Kawasan Industri Ras Laffan telah kembali beroperasi, dan insiden tersebut menyebabkan ledakan di fasilitas pasokan gas alam Barzan yang kemudian memicu kebakaran.

Namun, pihak berwenang Qatar menegaskan bahwa ledakan kali ini disebabkan oleh masalah internal, bukan akibat serangan dari luar.

Sebelumnya, selama perang antara Amerika Serikat dan Iran, pada 2 Maret 2026 fasilitas penting Qatar pernah diserang drone Iran sehingga produksi LNG dihentikan sementara. Kemudian, pada 18 Maret, kawasan tersebut kembali menjadi sasaran serangan.

Saat itu, Menteri Energi Qatar Saad Al-Kaabi menyatakan bahwa setelah serangan kedua, ekspor LNG Qatar diperkirakan akan berkurang sekitar 17%, dan proses perbaikan fasilitas diperkirakan membutuhkan waktu antara tiga hingga lima tahun. (***)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenpar ingin tingkatkan kunjungan wisatawan Korea ke Indonesia
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Ratusan Produk Pelanggaran Merek Dimusnahkan, Nilainya Hampir Rp 1 Miliar
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Mencari Formula Adil Subsidi TransJakarta
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Gempa M 4,2 Terjadi di Buru Selatan Maluku
• 19 jam laludetik.com
thumb
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Diduga Terima Uang dari Gibran Usai Demo
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.