JAKARTA, DISWAY.ID - Publik menyoroti informasi keterlibatan oknum aparat kepolisian yang disinyalir memberikan uang suap kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) dibalik aksi demonstrasi Istana Negara, 15 Juni 2026.
Uang suap yang diberikan oknum aparat tersebut bertujuan agar massa tidak menggelar aksi demonstrasi di Istana Negara.
Hal itu terbongkar usai Ketua BEM FH UBK disidang oleh civitas akademik karena ketahuan menerima uang cash sebelum aksi.
BACA JUGA:Omong Kosong Ketua BEM FH UBK Sebelum Ngaku Terima Uang Suap Cash: Kita Murni Kepentingan Rakyat!
"Uang itu saya diberi cash, agar tidak turun ke Istana Negara tetapi teman-teman tetap turun" jelas Muhammad Abdi Maludin Ketua BEM FH UBK.
Abdi menjelaskan dirinya menerima tawasan uang dari sejumlah pihak dengan maksud mengkoordinasikan massa untuk tidak menggelar aksi baik di Istana Negara maupun Gedung DPR RI.
Meski uang tersebut telah diterima, aksi demonstrasi tetap berlangsung di kawasan tersebut.
Abdi juga menambahkan bahwa uang yang berkaitan dengan aksi tersebut juga diterima oleh seorang alumni Fakultas Hukum.
Ia menjelaskan bahwa pembagian uang kepada peserta aksi dilakukan setelah kegiatan demonstrasi berakhir.
BACA JUGA:5 Serangkai BEM FH UBK dan BEM FEB yang Mengaku Terima Uang Suap Sebelum Aksi di Istana Bakal Dapat Nilai E
Sosok Aparat Pemberi Uang Suap Anggota BEM FH UBK Dibalik Aksi DemoAliran dana yang diterima Ketua BEM FH UBK dalam aksi demonstrasi diketahui senilai Rp20 juta.
Abdi menjelaskan dalam sidang massal bahwa dana tersebut berasal dari oknum aparat kepolisian berinisial "AAN"
"Pihak kepolisian, AAN dari pihak kepolisian. Kurang tahu nama lengkapnya." ujarnya
Ia juga mengatakan bahwa uang tersebut diberikan untuk mengalihkan massa demo agar tidak menggelar aksi di Istana Negara.
"Mereka surh untuk tidak aksi di Istana dan DPR RI. Tapi kita tetap aksi" jelasnya.
- 1
- 2
- »





