KOMPAS.TV – Limbah jerami sisa panen yang selama ini kerap dibakar dan menjadi sumber polusi udara di Karawang, Jawa Barat, kini diolah menjadi sumber ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui Program Prakarsa Bagja Juara yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek, jerami yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dikelola menjadi berbagai produk yang mendukung kesejahteraan warga.
Di Desa Pasirtanjung, ribuan ton jerami setiap tahun sebelumnya dibakar dan berkontribusi terhadap pencemaran udara serta meningkatnya risiko gangguan pernapasan. Kini, melalui skema tukar jerami, masyarakat dapat menukarkan jerami dengan air bersih. Program ini tidak hanya membantu mengurangi polusi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kebutuhan dasar warga.
Jerami yang terkumpul kemudian diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti pupuk kompos, media tanam jamur, hingga biogas. Konsep ekonomi sirkular ini juga melibatkan masyarakat lokal dan generasi muda, termasuk kalangan pesantren yang mulai mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam aktivitas pembelajaran.
Selain berdampak pada lingkungan, program ini turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih dari 600 ton jerami per tahun berhasil dikelola tanpa dibakar, sekaligus membantu mengurangi emisi karbon dan memperkuat kemandirian ekonomi warga.
Keberhasilan program tersebut mengantarkan wilayah ini meraih penghargaan Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pertamina menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjadikan Desa Pasirtanjung sebagai pusat pembelajaran ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar.
#Karawang #PertaminaPatraNiaga #PrakarsaBagjaJuara #EkonomiSirkular
Baca Juga: Pemprov Dorong Event 'PADI' Masuk Kalender Pariwisata Jateng 2027, Soroti Potensi Petani Muda
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- karawang
- pertaminapatraniaga
- padi
- ekonomi
- noads
- sapapagi





