Pesawat Jet NASA Cetak Rekor Melaju Tembus Kecepatan Suara dengan Senyap

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

NASA sukses uji coba penerbangan pesawat supersonic eksperimental X-59, yang dikembangkan bersama Lockheed Martin. Pesawat itu berhasil melaju menembus kecepatan suara sebanyak dua kali berturut-turut dalam rangkaian uji terbang yang dilakukan dengan selang waktu sekitar satu minggu.

Pencapaian ini menjadi langkah penting menuju konsep “quiet supersonic flight” atau penerbangan supersonik senyap, teknologi yang memungkinkan pesawat melampaui Mach 1 (kecepatan suara) tanpa menghasilkan sonic boom yang memekakkan telinga.

Penerbangan uji pertama dilakukan pada 5 Juni 2026 oleh pilot uji Jim “Clue” Less dari Pangkalan Udara Edwards, California, AS. Dalam penerbangan pulang-pergi selama 81 menit, X-59 berhasil mencapai kecepatan Mach 1,1 atau sekitar 1.147 kilometer per jam, pada ketinggian 13.200 meter.

Kemudian pada pengujian berikutnya pada 12 Juni 2026, pesawat kembali melampaui target dengan mencapai Mach 1,4 atau sekitar 1.487 kilometer per jam, di ketinggian 16.700 meter.

Meski berhasil melewati pengujian penting tersebut, kemampuan utama X-59 sebagai pesawat supersonik yang minim kebisingan masih belum bisa dievaluasi sepenuhnya.

Dalam kedua penerbangan itu, X-59 dikawal oleh jet tempur F-15 yang juga punya kecepatan supersonik. Ledakan sonik dari F-15 justru menutupi suara yang dihasilkan X-59, sehingga karakteristik kebisingan pesawat eksperimental ini belum dapat diukur secara akurat.

NASA berencana melakukan pengujian lanjutan pada akhir tahun ini untuk melihat sejauh mana teknologi peredam kebisingan X-59 benar-benar bekerja.

Penerbangan supersonik pertama di dunia sendiri terjadi pada 1947, ketika pilot uji Angkatan Udara AS Charles “Chuck” Yeager menerbangkan pesawat Bell X-1 di atas Gurun Mojave, California.

Saat itu, Yeager berhasil mencapai kecepatan Mach 1,06, membuka era baru dalam dunia penerbangan. Namun, pencapaian tersebut membawa tantangan baru.

“Kami sering bercanda bahwa X-1 memecahkan penghalang suara, dan sekarang kami mencoba memperbaikinya,” ujar Catherine Bahm, manajer proyek Low Boom Flight Demonstrator NASA yang memimpin pengembangan X-59, kepada BBC pada 2023.

Secara ilmiah, ketika pesawat bergerak maju, ia mendorong molekul udara di depannya dan menciptakan gelombang suara. Saat pesawat menembus kecepatan suara, gelombang tekanan udara tersebut menumpuk menjadi gelombang kejut yang kemudian melepaskan energi dalam bentuk sonic boom, ledakan suara sangat keras yang terdengar seperti dentuman petir.

Ledakan sonik dapat mencapai lebih dari 110 desibel, setara kebisingan pabrik baja yang sedang beroperasi penuh dan sudah berada di atas ambang batas rasa sakit bagi telinga manusia.

Dalam sejumlah kasus, sonic boom bahkan dilaporkan menyebabkan kerusakan properti seperti memecahkan kaca jendela hingga merusak akuarium. Karena alasan itu, pada 1973, Federal Aviation Administration (FAA) melarang pesawat nonmiliter menembus kecepatan suara di wilayah daratan Amerika Serikat.

Dunia sebenarnya pernah memiliki penerbangan komersial supersonik lewat pesawat Concorde milik Air France dan British Airways yang beroperasi dari 1976 hingga 2003. Namun, Concorde hanya diizinkan melampaui kecepatan suara saat berada di atas Samudra Atlantik.

Pesawat itu akhirnya dipensiunkan setelah kecelakaan fatal saat lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle, Prancis, yang menewaskan seluruh penumpang dan awak di dalamnya. X-59 mencoba menawarkan pendekatan baru.

Pesawat ini dirancang dengan hidung yang sangat panjang dan ramping untuk mengurangi gelombang kejut yang memicu sonic boom. Jika berhasil menghasilkan dentuman yang jauh lebih pelan, lebih mirip suara “thud” dibanding ledakan, maka penerbangan komersial supersonik di atas daratan bisa kembali menjadi kenyataan.

Artinya, perjalanan dari Los Angeles ke New York suatu hari nanti berpotensi ditempuh dalam waktu kurang dari tiga jam, dibanding rata-rata lima hingga enam jam saat ini.

Kendati begitu, NASA belum mengungkap secara resmi berapa tingkat desibel yang dihasilkan X-59 selama uji supersonik pertamanya.

Di luar peluang komersial, teknologi penerbangan supersonik senyap juga memiliki potensi besar di sektor pertahanan. Kemampuan melaju lebih cepat dari suara dengan tingkat kebisingan rendah dapat membuat operasi militer menjadi jauh lebih sulit terdeteksi.

Untuk saat ini, X-59 masih berada pada tahap pengujian. Namun jika teknologi ini berhasil, bukan tidak mungkin era baru penerbangan supersonik yang lebih cepat dan lebih tenang akan kembali hadir setelah puluhan tahun hanya menjadi mimpi industri aviasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marah Besar nsiden Penyekapan di Bandung, KDM: Siapa yang Temukan Pelaku Dapat Rp 250 Juta
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Eks PPK Kasus Suap DJKA Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan KPK
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
GIAMM: Perakitan EV di RI Belum Banyak Libatkan Pemasok Komponen Lokal
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala Staf IDF Kunjungi Lebanon Selatan hingga Iran Tolak Tunduk pada Amerika Serikat | SAPA MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Selain Tak Boleh Ada Alumni, Ini Aturan MPLS 2026 dari Kemendikdasmen
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.