Dewi Yustisiana DPR Apresiasi Kesiapan Pemerintah Terapkan B50, Perkuat Ketahanan Energi dan Ekonomi Daerah

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dewi Yustisiana mengapresiasi langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memastikan implementasi mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

BACA JUGA: Dewi Yustisiana DPR Minta Pertamina Mitigasi Dampak Perang Amerika-Israel Vs Iran Terhadap Pasokan Minyak dan LPG

Dewi menilai kesiapan pemerintah melaksanakan B50 menunjukkan keseriusan dalam memanfaatkan sumber daya domestik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Kebijakan ini juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan kemandirian energi sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Dewi Yustisiana Dukung Langkah Tegas Pemerintah Hentikan Sementara Operasi 190 Tambang

Menurut Kementerian ESDM, implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga sekitar Rp 157 triliun melalui pengurangan impor solar.

Selain itu, program tersebut juga akan meningkatkan pemanfaatan crude palm oil (CPO) dalam negeri, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta membuka lapangan kerja di sektor perkebunan dan industri turunannya.

BACA JUGA: Pakar Nilai B50 Bisa Memperkuat Devisa & Ketahanan Energi

Menurut Dewi, manfaat program B50 tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah-daerah penghasil sawit, termasuk Sumatera Selatan.

Meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi daerah, meningkatkan aktivitas industri pengolahan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Dewi juga menyambut baik hasil pengujian teknis yang menunjukkan performa B50 berjalan dengan baik pada berbagai sektor, mulai dari transportasi, alat berat, perkeretaapian, hingga sektor industri.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melaksanakan program secara bertahap dan terukur.

"Kebijakan B50 menunjukkan bahwa transisi energi tidak selalu harus bergantung pada teknologi yang mahal atau impor energi baru. Indonesia memiliki sumber daya yang mampu menjadi solusi bagi kebutuhan energi nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat," kata legislator asal daerah pemilihan Sumsel II itu.

Dewi berharap implementasi B50 dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk badan usaha energi, industri sawit, dan pemerintah daerah.

Dengan demikian, target penguatan ketahanan energi, penghematan devisa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.(fri/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah Tertekan Ketidakpastian Prospek Damai AS-Iran
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kakek di Lampung Bacok Tetangga, Ngaku Halusinasi Lihat Korban Kayak Genderuwo
• 7 jam laludetik.com
thumb
Profil Sigit Eks Petinggi Pindad Kini Ditunjuk Pimpin Danantara Development Fund
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rusia klaim Armenia terbelah soal hubungan dengan Barat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Aturan Baru P2SK, Kemenkeu hingga Danantara Bisa Miliki Saham BEI
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.