Meutya Hafid Ingin Masyarakat Tidak Hanya Jadi Pengguna Digital

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid mengungkap kecenderungan masyarakat Indonesia yang hanya menjadi pengguna dalam dunia digital. Baik itu pengguna aplikasi maupun pengguna Artificial Intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Meutya saat mendeklarasikan forum kerja sama Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 untuk membangun ekosistem digital di Indonesia pada Selasa (23/6).

Meutya menjelaskan, terdapat empat jenis aktor dalam piramida ekosistem digital. Dua terbawah sebagai pondasi adalah infrastruktur fisik digital dan infrastruktur virtual digital. Kemudian, dua teratas adalah penguasaan platform dan penggunaan aplikasi.

“Kecenderungannya adalah kita hanya mengadopsi the very top layer, which is kita semua menjadi pengguna apps,” kata Meutya.

“Adopsi Indonesia salah satu yang paling tinggi untuk AI, tapi rata-rata di penggunaan saja, belum banyak tentang productivity,” sambungnya.

Meutya menegaskan ekosistem digital di Indonesia harus kuat dan secara menyeluruh dapat memenuhi ukuran piramida di atas.

“Jadi ini untuk menggambarkan bahwa pelan-pelan from top layer we have to aim untuk terus menguatkan ke bawah,” sebut Meutya.

Meski demikian, Meutya menyebutkan bahwa infrastruktur fisik digital mulai terbentuk. Meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan rumah.

“Fondasi dasar atau basement adalah physical infrastructure: ini network, fiber, towers, data center, physical base. Ini yang kita cukup kuasai, meskipun dengan catatan beberapa PR,” sebut Meutya.

Selain itu, Meutya juga mengatakan Indonesia mulai menguasai infrastruktur virtual digital.

“Kemudian virtual infrastructure: cloud, compute, software, data that run the services, ini juga kita mulai menguasai,” kata Meutya.

Dengan segala kekurangan yang ada, kata Meutya, forum kerja sama DEAL dibentuk. Dalam forum ini, ada banyak pihak yang terlibat dan bersatu untuk membentuk ekosistem digital, di antaranya pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat secara luas.

“Melalui pendekatan berbasis ekosistem DEAL 2026, kolaborasi kita arahkan langsung pada implementasi konkret menyentuh kebutuhan rill di lapangan,” ujar Meutya.

Adapun 8 inisiatif yang akan dilakukan forum DEAL dalam tahun 2026. Berikut daftarnya:

  1. Peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi

  2. Customer protection

  3. Pengembangan inovasi digital & penciptaan technopreneur

  4. Program sehat digital (DARA)

  5. Restart up ekosistem digital

  6. Kolaborasi ekosistem AI nasional

  7. Peningkatan inklusivitas teknologi baru

  8. Peningkatan efisiensi biaya logistik nasional


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantap! RAJA Bagi Dividen Rp274,17 Miliar dan Stock Split Saham 1:5
• 23 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Eks PPK Kasus Suap DJKA Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan KPK
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Momen Dokter Tifa Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo usai Tak Ditahan Kejari Jaksel
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Suporter Atletico Madrid Bakar Jersey Julian Alvarez
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
2 Kelompok Remaja Tawuran Lempar Batu di Makassar, Mobil Warga Jadi Korban | BORGOL
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.