HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Persija Jakarta dikabarkan selangkah lagi mengunci gelandang Jepang untuk musim Super League 2026/2027. Kyohei Yoshino disebut menolak klub Korea Selatan demi proyek Macan Kemayoran. Dia eks pemain Timnas U-22. Namun, riwayat cedera sang pemain menjadi sorotan.
Isu transfer ini muncul dari akun Instagram @transfernews_ft. Publik menunggu kepastian resmi dari manajemen Persija Jakarta.
Nama Kyohei Yoshino mencuat sebagai target utama lini tengah Persija Jakarta. Gelandang berusia 31 tahun itu saat ini tercatat sebagai pemain Cerezo Osaka. Kabar yang beredar menyebutkan kesepakatan personal sudah tercapai untuk musim 2026/2027.
Rumor semakin kuat setelah disebut Yoshino menolak pendekatan klub asal Korea Selatan. Ia dikabarkan lebih tertarik melanjutkan karier di Indonesia bersama Persija Jakarta.
Sumber rumor transfer ini berasal dari unggahan akun Instagram seputar sepak bola, @transfernews_ft, pada Selasa (23/6/2026). Akun tersebut menyebut transfer sudah berada di tahap “done deal”.
“DONE DEAL
Persija Jakarta telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Gelandang Tengah Asing Asal Jepang, Kyohei Yoshino (31) untuk BRI Super League Indonesia Musim 2026/2027 mendatang.
Kyohei Yoshino sebelumnya bermain untuk Cerezo Osaka Jepang (1tier) dan telah mencatatkan 1 Assist dalam 18 Pertandingan.
Fyi : Sempat ada tawaran lain dari klub asal Korea lainnya, namun Kyohei Yoshino lebih memilih Persija Jakarta,”
Profil Kyohei Yoshino
Kyohei Yoshino lahir di Sendai, Miyagi, Jepang, 8 November 1994. Ia memiliki postur 1,82 meter dan dikenal sebagai gelandang tengah dengan kaki dominan kanan.
Selain posisi aslinya, Yoshino juga bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan. Hal ini menjadikannya pemain serbaguna di lini belakang dan tengah.
Ia resmi bergabung dengan Cerezo Osaka pada 4 Juni 2025. Saat ini nilai pasarnya diperkirakan mencapai sekitar Rp5,21 miliar.
Sebelumnya, Yoshino pernah berkarier di Korea Selatan bersama Daegu FC pada periode 5 Januari 2024 hingga 6 Juni 2025. Pada musim terakhirnya, ia hanya mencatat 4 penampilan dengan total 150 menit bermain.
Di Cerezo Osaka, kontribusinya terbatas dengan 18 laga, 1 assist, 2 kartu kuning, serta 701 menit bermain. Situasi tersebut membuatnya lebih sering berada di bangku cadangan.
Di level internasional, Yoshino pernah memperkuat tim kelompok usia Jepang mulai dari U-18, U-19, U-21, hingga U-22.
Sepanjang kariernya, ia pernah meraih gelar Japanese Champion bersama Sanfrecce Hiroshima pada musim 2015.
Riwayat cedera juga mewarnai perjalanan kariernya, dengan beberapa gangguan fisik yang cukup panjang:
- Musim 22/23: Cedera meniskus
- Musim 20/21: Gegar otak
- Musim 20/21: Dislokasi bahu
- Musim 17/18: Cedera otot
- Musim 15/16: Cedera bahu
- Musim 14/15: Cedera meniskus





