Jayapura (ANTARA) - Satgas Yonif 753/ATV mengamankan ladang ganja di Desa Tomka Distrik Oksamol Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Selasa, mengatakan di ladang tersebut ditemukan 169 pohon ganja.
Diduga tanaman ganja itu ditanam di hutan sekitar Desa Tomka dan saat ditemukan tanaman itu siap panen.
Baca juga: Pangkogabwilhan: Temuan ladang ganja di Papua ancam ketahanan nasional
Sesaat setelah menemukannya, kata Letjen TNI Lucky, prajurit langsung mencabut untuk diserahkan ke pos polisi terdekat untuk dimusnahkan.
"Dari informasi yang diterima terungkap tanaman ganja itu merupakan sumber logistik KKB yang setelah dipanen akan dijual ke masyarakat," kata Lucky Avianto.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya, salah satunya narkoba, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kesiapan armada tempur milik TNI, untuk digunakan dalam perang melawan narkoba.
Disebutkan bahwa Kogabwilhan III akan berperang melawan narkoba, sebagai wujud nyata komitmen TNI dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto poin ketujuh, yang menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika.
Baca juga: Polisi gagalkan peredaran ganja 4,8 kg jaringan PNG di Sorong
" Setiap akar ganja yang dicabut adalah ikhtiar TNI untuk menyelamatkan generasi muda agar tetap tumbuh dalam nilai-nilai luhur adat, norma dan budaya, tanpa narkoba, karena mereka adalah harapan masa depan Papua," kata Letjen TNI Lucky Avianto.
Pangkogabwilhan III juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu bersama TNI dalam perang melawan narkoba, apalagi sebelumnya juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, telah menyerukan legalitas budidaya ganja di Papua.
Seruan itu merupakan wujud nyata upaya KKB merusak dan menghancurkan mental- spiritual masyarakat, khususnya generasi muda penerus masa depan Papua," kata Letjen TNI Lucky Avianto.
Baca juga: Polisi tangkap tiga mahasiswa pengedar 1,4 kilo ganja di Manokwari
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Selasa, mengatakan di ladang tersebut ditemukan 169 pohon ganja.
Diduga tanaman ganja itu ditanam di hutan sekitar Desa Tomka dan saat ditemukan tanaman itu siap panen.
Baca juga: Pangkogabwilhan: Temuan ladang ganja di Papua ancam ketahanan nasional
Sesaat setelah menemukannya, kata Letjen TNI Lucky, prajurit langsung mencabut untuk diserahkan ke pos polisi terdekat untuk dimusnahkan.
"Dari informasi yang diterima terungkap tanaman ganja itu merupakan sumber logistik KKB yang setelah dipanen akan dijual ke masyarakat," kata Lucky Avianto.
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya barang-barang berbahaya, salah satunya narkoba, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap kesiapan armada tempur milik TNI, untuk digunakan dalam perang melawan narkoba.
Disebutkan bahwa Kogabwilhan III akan berperang melawan narkoba, sebagai wujud nyata komitmen TNI dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo Subianto poin ketujuh, yang menekankan sekaligus menyerukan perang total terhadap peredaran narkotika.
Baca juga: Polisi gagalkan peredaran ganja 4,8 kg jaringan PNG di Sorong
" Setiap akar ganja yang dicabut adalah ikhtiar TNI untuk menyelamatkan generasi muda agar tetap tumbuh dalam nilai-nilai luhur adat, norma dan budaya, tanpa narkoba, karena mereka adalah harapan masa depan Papua," kata Letjen TNI Lucky Avianto.
Pangkogabwilhan III juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu bersama TNI dalam perang melawan narkoba, apalagi sebelumnya juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, telah menyerukan legalitas budidaya ganja di Papua.
Seruan itu merupakan wujud nyata upaya KKB merusak dan menghancurkan mental- spiritual masyarakat, khususnya generasi muda penerus masa depan Papua," kata Letjen TNI Lucky Avianto.
Baca juga: Polisi tangkap tiga mahasiswa pengedar 1,4 kilo ganja di Manokwari





