JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum Muhammad Abdimaludin usai menerima uang Rp 20 juta setelah demo, Senin (15/6/2026).
Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyampaikan bahwa pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Abdi saat dimintai klarifikasi oleh pihak kampus.
“Hari ini, sesuai dengan pernyataan Ibu Rektor, kami sudah menonaktifkan yang bersangkutan. Sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua BEM sampai proses investigasi ini selesai,” ujar Panda saat ditemui Kompas.com di kampus UBK, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Mahasiswa Desak UBK Bentuk Tim Investigasi Usut Ketua BEM Terima Uang Usai Demo
Daniel menyebut, Abdi mengakui telah menerima uang sebesar Rp 20 juta.
Uang tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah mahasiswa dan pengurus BEM di beberapa fakultas.
Daniel juga menjelaskan, uang tersebut diberikan pada Senin dini hari sebelum demo berlangsung.
Dalam penuturannya, mahasiswa dari BEM FH UBK diminta tidak melakukan demonstrasi ke Istana dan dialihkan ke DPR RI.
Namun, arahan tersebut tidak dijalankan oleh mahasiswa.
“Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana. Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI,” kata dia.
Baca juga: Ketua BEM FH UBK Terima Uang Rp 20 Juta Usai Demo, Dibagi ke Ketua BEM Lainnya
Wakil Rektor IV UBK, Franky Roring, menegaskan saat ini UBK masih melakukan investigasi untuk mengetahui semua pihak yang terlibat dan memastikan fakta sebenarnya.
Kampus juga akan menentukan sanksi setelah proses pemeriksaan selesai.
“Langkah kami saat ini adalah melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan siapa saja yang terlibat, berdasarkan fakta dan data yang ada,” ujarnya.
Video pengakuanSementara itu, Abdi lewat video yang beredar di media sosial, mengaku telah menerima uang Rp 20 juta sebagai koordinator aksi demo.
Baca juga: Mahasiswa UBK Bentangkan Spanduk “Kami Butuh Transparansi” Usai Ketua BEM Akui Terima Rp 20 Juta
Uang tersebut dibagikan ke senior kampus UBK bernama Raffi dan Mubarak. Selain uangnya digunakan kebutuhan lain.
"Terkait uang itu saya menerima 20 persen, saya memakai Rp 500 ribu, kebutuhan lain Rp 200 dan dibagi sama senior kampus Raffi dan mubarak," ucap dia dalam video yang diterima.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




