Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, memastikan wanita korban penyekapan selama 3 tahun di Bandung mendapatkan pemulihan fisik maupun psikis hingga dapat kembali pulih.
Upaya tersebut dilakukan melalui kordinasi dengan Komisi VIII maupun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Jelas itu nanti PPA (PPPA) kemudian juga Kementerian PA (Kementerian PPPA) sudah dengan Komisi VIII kami akan turun juga di Jawa barat di Kabupaten Bandung, di Rancaekek. Menemui sekaligus sampai kapan kembali lagi si korban bisa pulih, ada trauma healing," katanya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Selasa (23/6/2026).
Anggota legislatif Dapil Jabar itu menegaskan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat agar terus mengejar dan menangkap pelaku penyekapan.
Di sisi lain, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli dengan kondisi lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dia juga memahami bahwa tidak mudah bagi korban maupun keluarga menyampaikan perkara ini karena tidak menutup kemungkinan adanya ancaman.
"Kalau kejadian seperti itu jangan bungkam, jangan diam sampaikan kepada pihak kepolisian supaya bisa ditindak secepatnya," tuturnya.
Baca Juga
- Penganiaya Perempuan di Bandung jadi Tersangka, Kini Diburu Polisi
- Driver Ojol di Labuan Bajo Dianiaya Saat Jemput Wisatawan, Keamanan Jadi Sorotan
- Bripda Natanael Diduga Tewas Dianiaya Senior, Polda Kepri Amankan 8 Anggota
Sebelumnya, Polda Jawa Barat menyelidiki kasus yang menimpa YTR (29), perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang dilaporkan hilang selama tiga tahun dan ditemukan dalam kondisi mengalami kebutaan permanen serta sejumlah luka di tubuhnya.
“Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan.
Kasus tersebut bermula pada 2023 ketika YTR bekerja di kawasan Pasteur, Kota Bandung. Saat menghadiri sebuah konser musik, korban berkenalan dengan seorang pria berinisial TH. Dari perkenalan itu, keduanya kemudian menjalin hubungan asmara, bahkan TH sempat diperkenalkan kepada keluarga korban di Rancaekek.





