Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendorong kawasan Pos Bloc menjadi destinasi kuliner dan wisata sejarah.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, 10 Regentstraat, restoran yang berdiri di area Kantor Pos Pusat Surabaya itu ikut mengenalkan kembali bangunan Belanda ke masyarakat luas.
Ia mendorong, kawasan ini bisa menjadi destinasi kuliner wisatawan di Kota Lama Surabaya sekaligus wisata sejarah.
“(Wisatawan) makan di sini, kasih lagu-lagu yang mulai jadul-jadul dulu. Jadi ketika makan, mengenang masa lalu,” ungkapnya usai menghadiri bagi sembako melalui program tanggung jawab sosial CSR di lokasi, Selasa (23/6/2026).
Pengenalan sejarah itu menurutnya bisa lewat penayangan video kawasan Pos Bloc zaman dulu.
Steffiani Setyadji, Direktur 10 Regentstraat menambahkan sejak resmi buka, sudah banyak wisatawan Kota Lama yang dibawa naik angkutan wisata berkunjung makan dan keliling bangunan.
“Dan dari situ kita juga menempatkan gambar-gambar, ornamen-ornamen yang hubungannya dengan Kota Lama Surabaya, kemudian itu tempatnya apa, ada plakat pahlawan yang dulu apa mendesain area kantor pos ini. Jadi dari situ kita sendiri berusaha menjelaskan tempat ini. Untuk kerja sama secara official (dengan pemkot) sih masih belum ya, tapi kita juga dibantu dengan adanya angkutan wisata yang berhenti di sini,” bebernya.
Ia berencana untuk berkolaborasi dengan pemkot agar Pos Bloc ini bisa jadi salah satu destinasi yang masuk dalam paket kunjungan wisatawan Kota Lama Surabaya.
“Habis tour mungkin bisa singgah di sini, makan sebentar atau seenggaknya keliling itu bisa sampai dalam gitu,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, manajemen os Bloc menyebut akan membangkitkan distrik atau area Kota Lama Surabaya dengan kuliner dan public space di Kantor Pos Pusat, yang ada di Jalan Kebon Rojo.
Restoran akan menjadi magnet di area itu sebagai pusat kuliner dan menarik pegiat kuliner lainnya. Lalu kawasan dengan luas 1,2 hektare itu tetap akan jadi pusat ruang kreatif anak muda. (lta/saf/ipg)




