Danantara menargetkan GBK sebagai episentrum baru pertumbuhan ekonomi di Jakarta dengan berubah menjadi pusat sport tourism global.
IDXChannel - Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ditargetkan menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi di Jakarta melalui langkah transformasi yang menyeluruh.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memimpin rencana pengembangan kawasan ini agar tidak sekadar menjadi pusat olahraga, tetapi berevolusi menjadi destinasi sport tourism berstandar internasional yang mampu menarik wisatawan dari berbagai segmen.
Rencana besar ini telah dibahas dalam pertemuan strategis antara Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, Rosan Roeslani, bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri kabinet pada Senin (22/6/2026).
Rosan menekankan bahwa pengembangan kawasan ini akan menyinergikan berbagai entitas negara untuk memastikan ekosistem pariwisata yang terpadu.
"Transformasi kawasan Gelora Bung Karno atau GBK harus dilaksanakan secara menyeluruh dan terintegrasi guna menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. Pengelolaan kawasan akan melibatkan sejumlah entitas milik negara, antara lain InJourney dan Meru, dengan konsep pengembangan yang masih terus dimatangkan," ungkap Rosan dalam laman resmi Instagramnya, Selasa (23/6/2026).
Untuk merujuk data Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) yang diolah goodstats nilai ekonomi atau pendapatan dari kawasan yang berada di pusat Jakarta ini mencapai Rp812 miliar pada 2025. Jumlah pendapatan ini naik cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya, yang sebesar Rp566 miliar.
Pendapatan tersebut didapat berasal dari sejumlah aktivitas. Selain kegiatan olahraga, magnet untung bersumber dari kegiatan budaya, rekreasi, event MICE berskala nasional maupun internasional hingga acara komersial serta publik yang variatif setiap waktunya.
Rosan mengatakan upaya ini mencerminkan ambisi besar pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia. Dengan menggabungkan konsep mass market dan high-end experience, kawasan GBK diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi ibu kota.
"Transformasi ini juga bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam sport tourism dan memperluas daya tarik pariwisata nasional, baik pada segmen mass market maupun high end experience, dengan standar internasional," kata Rosan.
(Febrina Ratna Iskana)





