Pramono: Jakarta Siap Dukung PON 2028 di NTT-NTB dengan Venue & Transportasi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dukungan tersebut berupa penyediaan fasilitas olahraga, transportasi publik, hingga akomodasi bagi atlet dan kontingen apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan ajang olahraga nasional tersebut.

Hal itu disampaikan Pramono usai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Pramono, persiapan yang matang menjadi faktor penting agar pelaksanaan PON 2028 berjalan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Berdasarkan pengalaman yang lalu, penyelenggaraan PON ini kalau tidak dipersiapkan secara baik maka jangan sampai kemudian apa yang menjadi arahan Bapak Presiden tidak bisa kita jalankan,” kata Pramono dalam keterangannya yang diterima kumparan, Selasa (23/6).

Meski demikian, Pramono menegaskan Jakarta hanya berperan sebagai pendukung dan tidak akan mencampuri kewenangan pemerintah pusat maupun daerah penyelenggara dalam menentukan cabang olahraga maupun lokasi pertandingan.

“Pelaksanaannya sepenuhnya kewenangan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Baik pertandingannya apa dan bagaimana, termasuk penetapan lokasi pertandingan apakah di NTT, di NTB, dan sebagainya, sepenuhnya kami tidak ikut campur. Namun sebagai support system, Jakarta siap memberikan dukungan,” ujarnya.

Pramono menyebut Jakarta memiliki infrastruktur olahraga yang memadai untuk mendukung kebutuhan PON. Saat ini terdapat 36 venue olahraga milik pemerintah pusat yang sebagian besar berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), serta sekitar 220 venue yang dikelola Pemprov DKI Jakarta dan tersebar di lima wilayah kota administrasi.

Selain itu, sejumlah fasilitas olahraga milik swasta juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai cabang olahraga.

“Bahkan, ada venue swasta baru yang bisa digunakan untuk berbagai cabang olahraga seperti voli, bola basket, dan tenis. Jadi secara prinsip Jakarta siap memberikan dukungan penuh,” kata dia.

Tak hanya fasilitas olahraga, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan dukungan dari sektor transportasi.

Pramono menjelaskan sejumlah proyek transportasi publik terus dikebut, di antaranya LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai yang ditargetkan beroperasi pada Agustus tahun ini serta pembangunan MRT Jakarta yang terus berlanjut hingga kawasan Monas dan Duta Merlin.

Menurut Pram, jaringan transportasi yang terintegrasi akan memudahkan mobilitas atlet, ofisial, dan kontingen dari berbagai daerah apabila sebagian kegiatan PON digelar di Jakarta.

“Untuk transportasi, apakah MRT, LRT, Transjabodetabek, TransJakarta, JakLingko, dan sebagainya, Jakarta siap mendukung sepenuhnya. Untuk akomodasi juga Jakarta siap. Jika ada kegiatan yang diselenggarakan di Jakarta, tentu akan memudahkan mobilitas kontingen dari berbagai daerah karena akses penerbangan ke Jakarta lebih mudah,” tuturnya.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh persiapan PON XXII 2028 dilakukan secara terukur dan terintegrasi.

Menurut Erick, pemerintah pusat dan daerah mulai memetakan berbagai isu yang perlu diselesaikan sejak dini agar penyelenggaraan PON berjalan efektif, akuntabel, dan mampu mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional.

“Ini merupakan pertemuan yang bersejarah karena untuk pertama kalinya pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkonsolidasi serta memaparkan seluruh persiapan dan isu-isu yang harus ditanggulangi sejak dini. Kami meminta agar 21 cabang olahraga prioritas sesuai DBON terbaru wajib dipertandingkan,” kata Erick.

Erick menambahkan, pemerintah akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengutamakan optimalisasi fasilitas olahraga yang telah tersedia dibanding membangun venue baru.

“Pesan Bapak Presiden jelas, tidak ada pembangunan venue baru. Yang dilakukan adalah perbaikan dan optimalisasi venue yang sudah ada agar anggaran tetap efisien. Koordinasi lintas lembaga dan instansi akan terus diperkuat agar PON XXII Tahun 2028 dapat terselenggara dengan sukses,” pungkas Erick.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pleno Munas-Konbes NU 2026 Sempat Memanas Saat Penentuan Lokasi Muktamar
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Komisi XIII DPR Desak LPSK Bergerak Cepat Lindungi Korban Penyekapan Tiga Tahun di Bandung
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Pemkab Sidoarjo Prioritaskan Kontraktor Lokal, Bupati Ingatkan Soal Kualitas Proyek
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Siswa Ikut Aksi Dukung MBG di Batam, Orangtua Ngaku Diberi Informasi untuk Pawai Bukan Demo
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp72.650/Kg, Telur Ayam Rp29.950/Kg
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.