Nyamuk Lebih Suka Hisap Darah Golongan O? Ahli IPB Ungkap Faktanya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Nyamuk malaria. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Golongan darah O disebut-sebut lebih disukai oleh nyamuk. Setidaknya itu yang dipercaya oleh banyak masyarakat Indonesia.

Namun, ahli menjelaskan hal tersebut ada penjelasan ilmiahnya. Tapi, bukan berarti golongan darah lain terbebas dari gigitan nyamuk.

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB, Upik Kesumawati, menjelaskan penelitian di Jepang pada 2004, orang yang bergolongan darah O mempunyai senyawa-senyawa volatil yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang bergolongan darah A.


Misalnya menghasilkan asam laktat atau karbon dioksida (CO2) lebih banyak, sehingga lebih mudah dideteksi oleh nyamuk. Meski demikian, ia menegaskan bahwa semua orang tetap berpotensi digigit nyamuk.

Pilihan Redaksi
  • Google Sudah Ditinggalkan, Ramai-Ramai Pilih Pindah ke Penggantinya
  • Ilmuwan Jerman Bongkar Rahasia Praktik Dukun RI

"Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," ujar Upik dikutip dari keterangan resmi di laman IPB, Selasa (23/6/2026).

Upik juga menjelaskan bahwa tidak semua nyamuk menghisap darah. Sebab, darah hanya dibutuhkan nyamuk betina untuk proses reproduksi dan pematangan telur, bukan sebagai makanan utama.

Sedangkan nyamuk jantan memperoleh energi dari cairan tanaman dan nektar bunga.

"Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama," jelasnya.

Selain golongan darah, warna pakaian juga memengaruhi ketertarikan nyamuk. Menurut Upik, pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas sehingga membuat tubuh lebih hangat dan menarik bagi nyamuk.

"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap. Karena itu orang yang menggunakan pakaian gelap lebih sering didatangi nyamuk," ucapnya.

Ia juga menepis mitos bahwa nyamuk dapat menularkan HIV/AIDS. Menurutnya, meskipun nyamuk dapat mengisap darah penderita HIV, virus tersebut tidak berkembang di dalam tubuh nyamuk dan akan mati dalam waktu singkat sehingga tidak dapat ditularkan kembali kepada manusia.

Untuk mencegah gigitan nyamuk, Prof Upik mengajak untuk menerapkan program 3M Plus dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta menyarankan penggunaan losion antinyamuk, pakaian tertutup, dan kelambu.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Tantangan RI Perkuat Ekonomi Digital Lewat Industri Game, e-Sport & Sp

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Jabar: Taufik Penyekap Wanita Ditangkap, Terima Kasih Dukungannya
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia First Vs Sell Indonesia
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Ruben Onsu Jalani Umroh, Sarwendah Ngadu ke Komnas Perempuan, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
• 3 jam lalugrid.id
thumb
PWNU Aceh Dukung Hasil Munas-Konbes NU di Kediri
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kondisi Terkini Wanita Disekap Pacar 3 Tahun, Sudah Bisa Komunikasi
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.