Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan dan meningkatkan daya saing pelaut Indonesia melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi berstandar internasional, digitalisasi layanan, serta penguatan kesejahteraan dan keselamatan kerja.
"Begitu besar peran pelaut, menghubungkan dunia, mendorong perdagangan global, menanggung risiko buat kita semua," kata Wakil Menteri Perhubungan Suntana dalam peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa.
Mengusung tema global yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), “Carrying World Trade, Carrying the Risks”, Wamenhub mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan global, sekaligus menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan profesinya.
Wamenhub menyampaikan Kementerian Perhubungan terus berkomitmen menjamin hak-hak pelaut Indonesia melalui penguatan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan yang layak.
Menurutnya, profesi pelaut memiliki tingkat risiko yang tinggi karena harus menghadapi cuaca ekstrem, bekerja jauh dari keluarga selama berbulan-bulan, serta berpotensi menghadapi berbagai ancaman kecelakaan di laut.
Atas dedikasi dan pengabdian tersebut, Wamenhub memberikan apresiasi kepada para pelaut Indonesia yang dinilainya memiliki keberanian dan peran strategis sebagai pahlawan di lautan dalam menjaga kelancaran perdagangan dan konektivitas maritim.
"Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. You are the heroes of the Oceans,” imbuhnya.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dan pejabat lainnya menyapa pelaut usai pembukaan peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Harianto
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengungkapkan Indonesia sendiri saat ini tercatat sebagai salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.
Potensi tersebut, kata Masyhud, harus diiringi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, serta perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar maritim global.
Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, serta pengawasan implementasi standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006.
"Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Masyhud menambahkan, saat ini, terdapat lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang terus dibina oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut agar memenuhi standar internasional.
“Selain itu, fasilitas simulator juga terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global,” tandasnya.
Selain Maritime Expo yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penyerahan approval kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut, layanan kesehatan dan donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.
Tidak hanya itu, pada peringatan puncak yang dihelat pada 25 Juni 2026 mendatang, juga turut diadakan Strategic Maritime Forum 2026, sebuah forum yang akan membahas arah kebijakan maritim nasional, investasi sektor maritim, serta penguatan SDM pelaut sebagai aset strategis bangsa, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang pelayaran dan maritim.
Adapun rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai yang akan digelar di Plaza Barat Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 28 Juni 2026.
Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap kegiatan itu dapat memperkuat sinergi antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut dalam membangun ekosistem maritim yang berkelanjutan serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk kemajuan sektor kepelautan nasional.
Baca juga: Pertamina buka beasiswa pelaut untuk dukung operasional armada energi
Baca juga: Kemenhub: Pelaut Indonesia harus memaksimalkan teknologi industri 5.0
Baca juga: RI latih pelaut dari 13 negara Afrika perkuat diplomasi maritim global
"Begitu besar peran pelaut, menghubungkan dunia, mendorong perdagangan global, menanggung risiko buat kita semua," kata Wakil Menteri Perhubungan Suntana dalam peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa.
Mengusung tema global yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), “Carrying World Trade, Carrying the Risks”, Wamenhub mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan global, sekaligus menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan profesinya.
Wamenhub menyampaikan Kementerian Perhubungan terus berkomitmen menjamin hak-hak pelaut Indonesia melalui penguatan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan yang layak.
Menurutnya, profesi pelaut memiliki tingkat risiko yang tinggi karena harus menghadapi cuaca ekstrem, bekerja jauh dari keluarga selama berbulan-bulan, serta berpotensi menghadapi berbagai ancaman kecelakaan di laut.
Atas dedikasi dan pengabdian tersebut, Wamenhub memberikan apresiasi kepada para pelaut Indonesia yang dinilainya memiliki keberanian dan peran strategis sebagai pahlawan di lautan dalam menjaga kelancaran perdagangan dan konektivitas maritim.
"Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. You are the heroes of the Oceans,” imbuhnya.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dan pejabat lainnya menyapa pelaut usai pembukaan peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026 melalui penyelenggaraan Maritime Expo di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Harianto
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengungkapkan Indonesia sendiri saat ini tercatat sebagai salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.
Potensi tersebut, kata Masyhud, harus diiringi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, serta perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar maritim global.
Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, serta pengawasan implementasi standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006.
"Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Masyhud menambahkan, saat ini, terdapat lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang terus dibina oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut agar memenuhi standar internasional.
“Selain itu, fasilitas simulator juga terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global,” tandasnya.
Selain Maritime Expo yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penyerahan approval kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut, layanan kesehatan dan donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.
Tidak hanya itu, pada peringatan puncak yang dihelat pada 25 Juni 2026 mendatang, juga turut diadakan Strategic Maritime Forum 2026, sebuah forum yang akan membahas arah kebijakan maritim nasional, investasi sektor maritim, serta penguatan SDM pelaut sebagai aset strategis bangsa, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang pelayaran dan maritim.
Adapun rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai yang akan digelar di Plaza Barat Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 28 Juni 2026.
Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap kegiatan itu dapat memperkuat sinergi antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut dalam membangun ekosistem maritim yang berkelanjutan serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk kemajuan sektor kepelautan nasional.
Baca juga: Pertamina buka beasiswa pelaut untuk dukung operasional armada energi
Baca juga: Kemenhub: Pelaut Indonesia harus memaksimalkan teknologi industri 5.0
Baca juga: RI latih pelaut dari 13 negara Afrika perkuat diplomasi maritim global





