Kebakaran Toko Material di Setiabudi Jaksel Padam, Damkar Sempat Terkendala Sumber Air

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Anwar Kamsari, mengatakan, kebakaran toko material di Jalan Kalibata Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan, berhasil padam pada Selasa (23/6/2026) malam.

"Operasi pemadaman selesai pukul 19.03 WIB," jelas Anwar usai dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa.

Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala oleh sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Baca juga: BEM SI Sesalkan Ketua BEM UBK Terima Rp 20 Juta, Ingatkan Integritas Gerakan Mahasiswa

Selain itu, akses kendaraan pemadam berukuran besar juga terhambat oleh kabel udara yang menjuntai rendah.

“Kendala sumber air jauh, dan akses jalan untuk unit yang besar medium high presure tersendat karena banyak kabel-kabel udara yang kurang tinggi,” jelasnya.

Anwar mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang anak sekolah yang melintas di depan toko.

“Anak sekolah melihat dan berteriak kebakaran di lantai 2 bangunan, dan pemilik bangunan baru menyadari setelah di beritahu,” ungkapnya.

Pemilik bangunan bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan air. Namun, kobaran api justru semakin membesar.

Pemilik kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 14.23 WIB. Sebanyak 21 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Baca juga: Berkas Perkara Roy Suryo dan dr Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.

Sebelumnya diberitakan, toko material di Jalan Kalbera Barat, Setiabudi, Jakarta Selatan terbakar pada Selasa (23/6/2026) siang.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan sebanyak 13 unit pompa dan 8 unit pendukung dikerahkan ke lokasi. 

Kamudian, 21 unit kendaraan 109 personel Damkar diturunkan.

“Obyek yang terbakar toko material, saat ini masih pemadaman,” kata Asril dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, asap pekat masih membubung di atas bangunan yang terbakar itu.

Asapnya terbang ke arah warga yang menyaksikan proses pemadaman. Sejumlah anggota damkar masih berjibaku memadamkan api.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anak Eks Bupati Sleman Jadi Tersangka Korupsi Hibah Pariwisata, Susul Bapaknya Pakai Rompi Tahanan
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkes Ungkap Baru 4 Provinsi yang Penuhi Target Vaksinasi Campak, Sumatera Barat Paling Rendah
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
3 Fakta BMW Listrik Tabrak Pemotor hingga Diamuk Massa di Jakbar
• 17 jam laludetik.com
thumb
Eks Perdana Menteri Israel Bongkar Netanyahu Selundupkan Reseptor Starlink ke Iran untuk Bantu Demonstran Anti-pemerintah
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Dugaan Korupsi Program Pemukiman di Kawasan Mandalika, ITDC Buka Suara
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.