Wirausahawan Pangan Kalimantan Selatan Diminta Masuk Ekosistem Digital

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah konkret untuk memperkuat fondasi sektor industri pangan daerah. 

Melalui program Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) Industri Pangan, pemerintah provinsi berupaya mencetak generasi pelaku usaha yang tidak sekadar bisa berdiri, tetapi juga mampu bertahan dan bersaing.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair menyatakan Kalimantan Selatan sesungguhnya telah lama duduk di atas tambang emas yang belum sepenuhnya diolah, yaitu kekayaan pangan lokal. 

Mulai dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga ragam pangan khas Banua, semuanya menyimpan nilai yang menunggu untuk diangkat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat berwirausaha sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai dan mengembangkan usaha industri pangan. Potensi lokal yang dimiliki Kalimantan Selatan harus mampu diolah menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).

Kurikulum program ini dirancang menjangkau seluruh rantai nilai usaha. Peserta tidak hanya mendapat pembekalan soal proses produksi pangan yang baik, tetapi juga diarahkan untuk memahami pengendalian mutu, pengelolaan keuangan, legalitas usaha, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi dan ekspansi pasar. 

Baca Juga

  • Proyeksi Apindo soal Lapangan Kerja Hilirisasi dan Ekonomi Hijau
  • Sagu Jadi Fondasi Kedaulatan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Papua
  • Gibran Ingatkan Indonesia Tidak Boleh Bergantung pada Pangan Negara Lain

Pendekatan menyeluruh ini mencerminkan kesadaran bahwa wirausaha pangan masa kini tidak bisa lagi berjalan hanya dengan modal resep dan dapur.

Miftahul menambahkan, era digital membuka peluang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagi produk-produk lokal. Jika dimaksimalkan, batas geografis bukan lagi hambatan bagi pelaku usaha Kalimantan Selatan untuk menembus pasar yang lebih luas.

"Di era digital saat ini, peluang pasar terbuka sangat luas. Produk lokal tidak lagi hanya dipasarkan di tingkat daerah, tetapi juga berpotensi menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi dan inovasi menjadi kunci penting dalam pengembangan usaha," katanya.

Menurutnya, program ini menyimpan ambisi yang lebih besar yakni mengubah orientasi generasi muda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. 

Dia berharap wirausaha-wirausaha yang dilahirkan dari program ini kelak menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan produk pangan khas Banua ke pentas yang lebih luas.

"Kami ingin melihat semakin banyak generasi muda yang menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Dengan tumbuhnya industri pangan yang kuat dan berdaya saing, maka kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin besar," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yusril Sebut Ombudsman Akan Ikut Awasi Pelaksanaan Program Kopdes Merah Putih
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Tak Menyangka Bisa Memenangkan MotoGP Ceko 2026, Marc Marquez Ternyata Hanya Targetkan Ini di Sirkuit Brno
• 21 menit lalutvonenews.com
thumb
OJK Rilis Aturan Baru, Finfluencer Kini Harus Punya Izin dan Sertifikasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Hadiri PENAS Petani-Nelayan XVII di Gorontalo, Disambut Antusias Warga
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Lima Motor Dilaporkan Hilang ke Radio Suara Surabaya Sepanjang Hari Ini
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.