Picu Kelelahan Jamaah Haji, City Tour akan Dievaluasi

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bakal mengevaluasi program city tour atau tur kota. Hal itu menyusul adanya indikasi kelelahan yang dialami sebagian peserta haji akibat padatnya aktivitas yang mereka lakukan, baik pada masa sebelum maupun setelah puncak ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, city tour barangkali bermaksud baik, yakni agar jamaah haji dapat lebih mengenal Tanah Suci dan daerah-daerah sekitarnya. Lebih-lebih, pelaksanaannya dapat dilakukan usai seluruh tamu Allah tuntas menunaikan ibadah haji. Namun, tegas dia, dalam berbagai kasus ada banyak anggota jamaah yang mengalami kelelahan setelah mengikuti rangkaian tur tersebut.

Baca Juga
  • Ciri-ciri Ulama Su'
  • Kasus Penyekapan Perempuan, Legislator: Tangkap Pelaku dan Pulihkan Kehidupan Korban
  • Teknik Belajar Pomodoro tak Selalu Efektif? Berikut Penjelasannya!

“Kami amati lagi, memang, pasca-Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) banyak yang langsung diajak city tour, diajak ke mana-mana, yang membuat mereka lelah, sehingga kami akan mengevaluasi lagi kebijakan kita tentang city tour,” ujar Menhaj Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (23/6/2026).

Ia menyampaikan, sejumlah peserta haji diketahui langsung mengikuti kegiatan kunjungan ke berbagai lokasi sebelum maupun setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna. Aktivitas tersebut mencakup perjalanan ke sejumlah destinasi di luar Makkah, seperti Thaif dan Jeddah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi berdampak pada kesehatan jamaah, terutama mengingat tingginya tingkat kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang padat.

“Ini dapat sangat mempengaruhi kesehatan jamaah kita,” ucap Menhaj Irfan.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer, jadi Enggak sih?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kroasia Vs Panama
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Ibu di Blora Nekat Akhiri Hidup dengan Cara Gantung Diri, Ternyata Terbebani Biaya Sekolah Anak
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Poin Review MSCI ke RI: Soroti Reformasi Pasar Modal, Tetap Terancam Turun Kelas
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
2 Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Latihan Dasar Militer
• 17 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.