-
-
-
-
-
Tuberkulosis alias TBC memang erat dikaitkan dengan gangguan paru-paru. Tak ayal, hingga kini banyak masyarakat yang masih percaya, kalau TBC hanyalah soal penyakit batuk yang berkepanjangan. Padahal, fakta medis justru mengungkap yang sebaliknya.
Disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, TBC bisa saja menyerang organ lainnya. Setidaknya, itulah yang diungkap oleh praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama, melalui acara podcast Special Interview yang tayang di kanal Youtube Cumicumi.
Menurut dr. Ngabila, bakteri Mycobacterium tuberculosis memiliki kemiripan dengan sel kanker. Yakni, bisa menjelajahi tubuh lewat pembuluh darah, dan menetap di sebuah organ. Akibatnya, organ yang dihinggapi berpotensi menjadi sarang perkembangan TBC.
"Jadi dia bisa seperti sel kanker, dia bisa jalan-jalan ke organ lain karena kan kuman atau bakteri TBC-nya dibawa oleh pembuluh darah" ucap dr. Ngabila Salama dalam video yang diunggah kanal Youtube Cumicumi, Sabtu (21/6/2026)
Bahkan, Dokter Ngabila Salama juga menjelaskan bahwa TBC berpotensi hinggap di otak, dan menyebabkan penyakit TBC otak. Sebuah penyakit, yang besar kemungkinan merembet kemana-mana, seperti mengganggu cairan sumsum dan tulang belakang.
"Dia bisa kena di parenkim otaknya atau di otaknya dia bisa kena ke selaput otak. Sehingga kaku kuduk dia bisa menyebabkan cairannya terganggu juga. Cairan sumsum ya. dan dia juga sering kena ke tulang belakang sehingga menyebabkan anak menjadi bongkok dan juga menjadi pendek, perawakannya pendek atau gibus kita bilang ada benjolan di daerah tulang belakangnya. Itu gejala yang khas" lanjutnya
Tentunya, tulang belakang juga bukanlah satu-satunya tulang yang berpotensi dihinggapi bakteri TBC. Pasalnya, TBC bisa saja mengganggu tulang manapun di sekujur tubuh manusia. Biasanya, penyakit itu ditandai dengan nyeri tulang mendadak.
"Yang sering juga ada TB tulang, TBC tulang, menggerogoti tulang. Dia biasanya ada suka nyeri mendadak, lalu kelemahan saat berjalan seperti itu" tambahnya
Tak berhenti sampai di situ saja, dr. Ngabila juga menjelaskan kalau TBC berpotensi menyerang organ-organ dalam lainnya, seperti ginjal dan hati. Tidak terkecuali pula, TBC kelenjar.
"Juga sering TBC ginjal. Oh. Lalu juga TBC di hati bisa juga. Jadi banyak sekali dan yang paling banyak juga TBC kelenjar" tuturnya
Apa yang ia tuturkan dalam kesempatan ini, memang menyisakan kekhawatiran yang mendalam. Namun di balik itu semua, dr. Ngabila juga membawa kabar baik. Yakni, TBC 100% dapat disembuhkan. Para pasien, hanya perlu diisolasi selama beberapa waktu, dan menjalani pengobatan dan mengkonsumsi obat.
"TBC itu 100% dapat disembuhkan. Ya, ini adalah pengobatan yang mudah, sederhana asalkan kita punya kemauan yang tinggi dan tidak boleh menstigma" tutupnya.





