Penyebab 2 Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Heat Stroke-Henti Jantung

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan kabar mengenai dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Hal tersebut dibenarkan Kemenhan setelah kabar mengenai peserta latsarmil bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal dunia, menyebar di media sosial pada Senin 22 Juni 2026.

Baca Juga :
Dua Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Kemhan Buka Suara
Kemhan Ungkap Alasan 30 Ribu Calon Manajer Kopdes Merah Putih Jalani Latihan Militer 45 Hari

"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers yang diberikan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Rico melanjutkan setelah proses pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia karena mengalami heat stroke.

Sedangkan Yonanda meninggal ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Rico menjelaskan Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin 15 Juni dan sempat dirujuk ke rumah sakit.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," katanya.

Rico menegaskan bahwa Yonanda, Anisa dan seluruh peserta sudah mengikuti proses pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti pendidikan latsarmil.

Seluruh peserta juga menjalani materi pendidikan latsarmil yang telah dipastikan TNI aman untuk dijalani warga sipil.

Walau dipastikan aman, Kemenhan memastikan akan tetap mengevaluasi pendidikan latsarmil agar ke depan peserta bisa menjalankan materi dengan aman dan nyaman.

Mengenai Anisa dan Yonanda, ia memastikan Kemenhan akan memberikan perhatian penuh untuk keluarga mereka.

"Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya. (Ant)

Baca Juga :
Menkop: Kopdes Merah Putih Harus Jual Barang Lebih Murah dari Harga Pasar
Viral Babinsa Disebut Lebih Utamakan Kopdes daripada Sekolah, TNI Ungkap Fakta Mengejutkan
Tak Beri Tekanan ke Fiskal, Purbaya Tegaskan MBG & Kopdes Dirancang Fleksibel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: Bahlil Ungkap 3 Penyebab Listrik Mati Bergilir di Jawa
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Harga Emas Antam Rabu 24 Juni 2026 Turun Jadi Rp2,655 Juta per Gram
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Alfons Manibui DPR: Pasokan Batu Bara Nasional Aman, Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah Dukung Kebutuhan Pembangkit PLN
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
133 Jemaah Haji Masih Dirawat di RS Saudi, Dipulangkan ke RI Setelah Sehat
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung: 17.600 Motor Listrik dalam Kasus Korupsi MBG Boleh Didistribusikan
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.