REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pilot jet tempur AS yang pesawatnya ditembak jatuh di atas Iran selama perang menggambarkan kecanggihan drone Republik Islam. Ia menggambarkan soal formasi drone Iran yang tidak biasa dan berpotensi signifikan beberapa saat sebelum melontarkan diri dari pesawatnya.
Menurut laporan CNN yang mengutip empat sumber yang mengetahui masalah tersebut, kesaksian itu dibagikan selama pembekalan intelijen pasca-penyelamatan. Tuturan itu menarik perhatian di kalangan pejabat intelijen AS karena apa yang dapat dikemukakan mengenai kemampuan perang drone Iran yang terus berkembang.
Menurut CNN, pilot F-15 melaporkan melihat beberapa drone Iran beroperasi bersama dalam formasi terkoordinasi yang menyerupai ubur-ubur.
“Beberapa drone saling terhubung dan bergerak sebagai satu kesatuan dengan drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki,” salah satu sumber yang mengetahui laporan pilot tersebut mengatakan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Ini seperti pesawat alien,” kata sumber itu.
Sumber lain mengatakan pilot tersebut menggambarkan dirinya menyaksikan “ladang ranjau drone” yang melayang di udara. Pernyataan tersebut “segera memicu badai perdebatan di komunitas intelijen AS yang belum terselesaikan.”
Drone Shahed-136 milik Iran yang digunakan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. - (Iran Observer)
Insiden itu terjadi pada bulan April saat perang antara Amerika Serikat dan Iran. CNN melaporkan bahwa F-15 membawa seorang pilot dan petugas sistem senjata ketika ditembak jatuh, menandai hilangnya pesawat AS pertama yang diketahui di wilayah Iran selama konflik.
Pasukan AS segera melancarkan operasi penyelamatan. Pilotnya ditemukan beberapa jam setelah keluar dari pesawat. Petugas sistem persenjataan dilaporkan menghindari penangkapan di daerah pegunungan selama lebih dari sehari sebelum diselamatkan.