Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitemnnya mengehentikan kebocoran kekayaan Indonesia, yang merugikan negara dan rakyat. Prabowo mengatakan pemerintahannya telah menutup ratusan tambang ilegal.
"Kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin. Tambang-tambang tanpa izin. Jadi dianggap seolah-olah enggak ada negara," kata Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Advertisement
Dia menyinggung satu tambang ilegal yang sudah beroperasi selama 8 tahun, tanpa merasa khawatir. Kendati telah mengerahkan TNI AL dan Bea Cukai, Prabowo menyebut praktik penyeludupan dan penyimpangan kekayaan negara masih terus terjadi.
"Sampai hari ini penyelundupan masih berjalan. Sudah kita kerahkan Angkatan Laut, sudah kita kerahkan Bea Cukai, sudah kita kerahkan ribuan prajurit, masih saja," ujarnya.
Prabowo mengatakan upaya memberantas praktik penyeludupan tersebut merupakan tugas yang berat. Namun, dia menyatakan akan melakukannya agar masyarakat Indonesia dapat menikmati kekayaan negara.
"Ini tidak ringan, ini tidak ringan. Saya mengerti ini tidak ringan, tapi apa boleh buat, apa pun harus kita kerjakan untuk supaya negara kita selamat. Tidak ada negara yang bisa selamat kalau resources-nya, sumber-sumber dayanya diambil terus, rakyat banyak yang miskin," tutur Prabowo.
Prabowo pun berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih tanpa korupsi. Dia pun berjanji akan bekerja keras menghentikan praktik kebocoran yang merugikan negara dan masyarakat.
"Negara kita besar, negara kita luas, dan negara kita sangat sangat sangat kaya. Karena itu kuncinya adalah pemerintah harus bersih, pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup, tidak boleh ada korupsi di pemerintah Republik Indonesia," pungkas Prabowo.




