Jakarta: Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Provinsi Gorontalo. Kepala Negara akan menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 yang berpusat di GOR David-Tony, Kecamatan Limboto.
"Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda strategis mulai dari pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog bersama pemangku kebijakan hingga penguatan jejaring kemitraan usaha yang mendukung peningkatan produktivitas serta kemandirian pangan nasional," tulis Sekretariat Presiden dalam siaran resminya, dilansir Antara, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca Juga :
Prabowo Minta Dukungan NU Mengatasi Kebocoran Kekayaan NegaraPesawat kepresidenan A-001 yang membawa Prabowo beserta rombongan lepas landas dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 24 Juni 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam penerbangan menuju Gorontalo, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setibanya di lokasi, Presiden dijadwalkan memberikan sambutan dan arahan strategis pada puncak acara yang dimulai pukul 10.00 WITA.
Dihadiri Puluhan Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Berdasarkan laporan dari pihak panitia pelaksana, puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII ini akan dipadati oleh puluhan ribu peserta serta tamu undangan dari berbagai pelosok negeri. Estimasi jumlah massa yang hadir berkisar antara 50.000 hingga 60.000 orang.
Rangkaian akbar PENAS XVII ini telah bergulir sejak Sabtu, 20 Juni 2026. Acara dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejak pembukaan tersebut, berbagai pejabat tinggi negara dan petinggi BUMN sektor pangan tercatat hadir, seperti Wakil Menteri Pertanian Sudaryono hingga Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Sebelum kedatangan Presiden, Sudaryono dalam forum dialog bersama petani dan nelayan pada Selasa, 23 Juni 2026, sempat memaparkan keberhasilan krusial Indonesia dalam mencapai swasembada pangan serta keberhasilan menyetop impor beras. Capaian ini sukses diraih melalui akselerasi produksi pertanian dan perluasan areal tanam secara masif di daerah.
Guna menjaga tren positif tersebut, pemerintah berkomitmen memperluas program cetak sawah baru di beberapa wilayah potensial, termasuk Papua, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo. Khusus untuk Provinsi Gorontalo, luas lahan sawah baru yang dicetak telah mencapai kurang lebih 5.000 hektare.




