Didorong Sentimen MSCI, IHSG Dibuka Hijau Saham BBCA & MORA Cs Melesat

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Saat ini pasar sedang didorong oleh katalis positif berupa pengumuman MSCI yang menyatakan Indonesia tetap berada di emerging market.

Melansir IDX Mobile pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,89% atau 54,19 poin ke 6.155,52. Sebanyak 322 saham dibuka menguat, 123 melemah dan 514 saham stagnan belum berubah.

Saham big caps yang menopang laju indeks dalam pembukaan ini antara lain adalah BBCA yang naik 0,82% ke Rp6.175, BREN naik 2,44% ke Rp3.780, BBRI menguat 1,72% ke Rp2.960, BYAN naik 4,83% ke Rp12.475, BMRI menguat 1,21% ke Rp4.170, hingga MORA yang dibuka naik 0,98% ke Rp7.725.

Pasar hari ini mengawali sesi dengan volume transaksi 824,4 juta saham senilai Rp602,3 miliar. Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar di awal sesi ini mencapai Rp10.780 triliun.

Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 24 Juni 2026

Tim riset MNC Sekuritas menjelaskan bahwa meskipun dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review Indonesia masih berada di emerging market, penyedia indeks global tersebut masih memberikan peringatan yang cukup tegas terkait berlanjutnya kekhawatiran investor global terhadap transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta dugaan praktik coordinated trading di pasar saham Indonesia. 

"Meskipun MSCI mengakui berbagai reformasi yang telah diumumkan oleh OJK, BEI, dan KSEI, termasuk peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, implementasi kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta roadmap peningkatan minimum free float menjadi 15%, MSCI menegaskan bahwa faktor yang paling menentukan adalah konsistensi implementasi dan dampak nyata dari reformasi tersebut terhadap kualitas pasar," tulis analis, Rabu (24/6/2026).

Melihat penguatan lanjutan IHSG ke depan, analis menyebut katalis penting yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah MSCI Index Review pada November 2026. Apabila MSCI menilai bahwa kemajuan yang dicapai belum memadai dan belum cukup kredibel, MSCI dapat memulai konsultasi formal terkait potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. 

"Meskipun risiko downgrade dalam jangka pendek berhasil dihindari, Indonesia masih berada dalam pengawasan yang lebih ketat, sehingga keberhasilan implementasi reformasi pasar tersebut akan menjadi faktor penentu dalam beberapa bulan ke depan," tandasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Tiongkok Desak Kerja Sama BRICS dalam Penanganan Ebola
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Rilis Aturan Baru, Finfluencer Kini Harus Punya Izin dan Sertifikasi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Ciri Kepribadian Seseorang Berdasarkan Genre Musik Favorit, Kamu yang Mana?
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kuasa Hukum Ungkap Respons Keluarga Korban Penyekapan di Bandung usai Tersangka Ditangkap Polisi
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Taufik Hidayat Ditahan di Sel Khusus, Kapolda Jabar: Perbuatannya Sangat Sadis!
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.