Jakarta, VIVA – Taufik Hidayat, tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, diduga masih menggunakan aplikasi kencan sebelum ditangkap polisi pada Selasa 23 Juni 2026.
Dugaan tersebut muncul setelah beredar tangkapan layar yang menunjukkan akun seorang perempuan di wilayah Cileunyi saling menyukai atau match dengan akun diduga milik Taufik Hidayat.
Informasi itu diunggah akun media sosial @sultansyahbanaiman. Dalam unggahan tersebut, dikatakan bahwa lokasi akun Taufik Hidayat terdeteksi berada sekitar 4 km dari Perumahan Abdinegara.
"Pelaku masih menggunakan aplikasi cari jodoh OMI dengan bebas, lokasi 4 km dari perumahan Abdinegara, kemungkinan di sekitar Cileunyi Rancaekek masih berkeliaran bebas," tulis pengunggah.
Ia juga mengklaim akun tersebut telah melewati proses verifikasi wajah.
"Akun omi orang ini verifikasi wajah real," tulisnya.
Tangkapan layar yang beredar menampilkan profil dengan nama Yuda, usia 30 tahun. Nama tersebut disebut sebagai identitas yang kerap digunakan pelaku saat mendekati korban perempuan.
Profil akun yang diduga milik Taufik Hidayat itu menulis bio "Mencoba Membangun Kebiasaan Olahraga, Mencari Pasangan Hidup, Pemilik Kucing".
Sementara itu, polisi mengaku sempat memperoleh petunjuk mengenai keberadaan Taufik Hidayat. Namun upaya penangkapan belum membuahkan hasil karena Taufik beberapa kali berhasil kabur.
"Kami masih mencari informasi keberadaan pelaku. Pelaku saat ini di beberapa titik selalu lepas dari penangkapan," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Taufik Hidayat menjadi buronan setelah diduga menyekap, menganiaya, serta menguasai harta milik YTR selama bertahun-tahun. Korban disebut terus berpindah tempat tinggal bersama pelaku hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.
Kasus tersebut terungkap ketika pemilik kos terakhir membawa YTR ke rumah sakit. Dari pemeriksaan medis diketahui korban mengalami luka berat, kehilangan penglihatan, mengalami infeksi serius di kepala, serta luka bacok pada bagian kaki.
Belakangan muncul dugaan bahwa tindakan kekerasan serupa tidak hanya dialami YTR. Sejumlah perempuan lain, termasuk mantan istri pelaku, disebut pernah menjadi korban perlakuan yang sama.
Di sisi lain, YTR akhirnya menyampaikan kesaksiannya secara langsung melalui sambungan telepon dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di YouTube.





