Pakar Psikologi Forensik Minta Masyarakat Jangan Buru-Buru Labeli Taufik Hidayat Psikopat, Ini Alasannya

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel meminta masyarakat tidak terburu-buru melabeli Taufik Hidayat sebagai psikopat. Label itu justru berpotensi menjadi celah hukum yang meringankan hukuman tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan Yuvita Tri Rezeki.

Taufik Hidayat resmi ditangkap oleh tim resmob Polda Jawa Barat setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki, selama tiga tahun di sebuah kamar kos di kawasan Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Korban ditemukan dalam kondisi luka berat akibat kekerasan berulang. Kasus ini langsung viral di media sosial usai video penangkapan Taufik Hidayat beredar luas, memantik kemarahan publik dan berbagai spekulasi soal kondisi kejiwaan pelaku.

Dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi (24/6/2026), presenter Fatimah Albar menanyakan hal itu kepada Reza Indragiri Amriel. Reza pun memberikan analisis mendalam terkait sosok pelaku dan proses hukum yang sedang berjalan.

Jangan Jadikan Label Psikopat sebagai Alat Spekulasi

Merespons pertanyaan apakah Taufik Hidayat bisa disimpulkan sebagai psikopat, Reza langsung mengingatkan soal konsekuensi hukumnya. Menurutnya, kesepakatan publik atas label itu justru bisa berbalik merugikan proses peradilan.

"Kalau kita bersepakat dengan itu, maka kita menantikan ketika majelis hakim nantinya menjatuhkan putusan yang maksimal kepada dia. Majelis hakim menandakan adanya sebuah proses hukum," ujar Reza Indragiri.

Reza menegaskan, agar Taufik Hidayat bisa dijatuhi hukuman terberat, hanya ada satu asumsi yang boleh dipakai sepanjang proses hukum berlangsung, yakni bahwa pelaku adalah orang yang sehat secara mental.

"Nah, agar kemudian pelaku ini bisa berpindah posisinya dari terduga menjadi tersangka, dari tersangka menjadi terdakwa, dari terdakwa menjadi terpidana dan dijatuhi hukuman yang paling berat. Asumsinya harus satu, bahwa orang ini sehat, orang ini waras, orang ini memahami bahwa perbuatannya salah sehingga sekali lagi dia bisa dikenakan hukuman yang berat," tegasnya.

Label Psikopat Bisa Jadi Celah Meringankan Hukuman

Reza menjelaskan lebih jauh mengapa spekulasi soal kejiwaan pelaku justru berbahaya. Menurutnya, segala bentuk spekulasi yang dibangun sejak dini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku di persidangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sesumbar Tantang Dominasi Islam Makhachev, Ian Machado Garry: Welter UFC Akan Lebih Menarik Bersama Saya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Ganjil Genap Jakarta Berlaku Rabu 24 Juni 2026, Ini Ketentuannya
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Gubernur Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp250 Juta Tangkap Buron Penyekapan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Rekomendasi Drakor tentang Cinta Pertama yang Sulit Dilupakan, Kim Da Mi Bersatu dengan Cinta di Masa Lalunya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Pengakuan Jujur Cristiano Ronaldo usai Cetak Dua Gol Kontra Uzbekistan: Itu Hari-Hari yang Gelap
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.