KOMPAS.TV – Minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita mengalami kelangkaan di sejumlah kios di Pasar Andi Tadda, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kelangkaan yang terjadi dalam sebulan terakhir membuat para pedagang kesulitan mendapatkan pasokan, sementara harga minyak goreng merek lain di pasaran ikut mengalami kenaikan.
Dalam beberapa pekan terakhir, MinyaKita semakin sulit ditemukan di sejumlah kios pasar. Pedagang mengaku stok yang biasa mereka jual telah habis dan belum kembali tersedia seperti sebelumnya.
Kelangkaan MinyaKita juga berdampak pada harga minyak goreng lainnya. Berkurangnya pasokan minyak goreng bersubsidi membuat sebagian konsumen beralih ke produk lain, sehingga memengaruhi harga di tingkat pasar.
Perum Bulog membenarkan adanya penurunan pasokan MinyaKita yang diterima. Kuota yang sebelumnya mencapai 60.300 liter per bulan kini berkurang menjadi 30.600 liter per bulan. Penurunan tersebut disebut terjadi akibat berkurangnya suplai dari pihak produsen.
Untuk memastikan distribusi tetap berjalan, Bulog memprioritaskan penyaluran MinyaKita ke pasar-pasar SP2KP dan pasar tradisional. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng bersubsidi tetap dapat terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan yang terjadi saat ini.
#MinyaKita #MinyakGoreng #Palopo #SulawesiSelatan
Baca Juga: Harga Emas Antam 24 Juni 2026: Harga Jual Turun Rp18.000, Buyback Jadi Rp2.372.000 per Gram
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- minyakita
- harganaik
- bahanpokok
- bulog
- jurnalnusantara





