DPR Minta Patimban Tak Gerus Aktivitas Pelabuhan Cirebon

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON — Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw mengingatkan agar keberadaan Pelabuhan Patimban yang bertaraf internasional tidak menggerus aktivitas ekonomi dan logistik di Pelabuhan Cirebon. Menurut dia, kedua pelabuhan tersebut harus saling melengkapi dan terintegrasi sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan nasional.

“Jangan sampai ada pelabuhan yang mati karena hadirnya pelabuhan baru. Semua fasilitas yang sudah dibangun negara harus tetap produktif dan memberikan manfaat ekonomi,” kata Roberth dikutip pada Rabu (24/6/2026).

Ia menilai Pelabuhan Cirebon masih memiliki posisi strategis dalam mendukung distribusi logistik nasional. Aktivitas bongkar muat yang masih tinggi menunjukkan pelabuhan tersebut tetap menjadi salah satu simpul penting perdagangan dan distribusi barang di wilayah Pantai Utara Jawa.

Menurut Roberth, setiap hari terdapat sekitar tujuh kapal tongkang yang bersandar di Pelabuhan Cirebon. Kondisi itu menjadi indikator  pergerakan logistik di pelabuhan tersebut masih berjalan aktif dan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Selain melayani distribusi berbagai komoditas, Pelabuhan Cirebon dalam beberapa bulan terakhir juga berperan sebagai jalur pengiriman beras ke berbagai wilayah luar pulau. Pengiriman dilakukan setelah daerah Cirebon dan sekitarnya mengalami surplus produksi beras yang kemudian didistribusikan melalui skema logistik yang dikelola Bulog.

“Ini menunjukkan pelabuhan ini masih sangat hidup. Aktivitas ekonomi masih berjalan dan harus terus diperkuat,” ujar politikus Partai Nasdem tersebut.

Baca Juga

  • Pelabuhan Patimban Siap Tingkatkan Daya Saing logistik Nasional
  • Sukra Siap Jadi Kawasan Industri Baru di Indramayu, Dekat Pelabuhan Patimban
  • ADHI & NRCA Mulai Bangun Tol Akses Patimban Paket I pada Kuartal I/2026

Roberth mengatakan potensi Pelabuhan Cirebon masih dapat ditingkatkan melalui pengembangan perdagangan komoditas antarpulau. Dalam pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan daerah, muncul peluang kerja sama distribusi komoditas antara Cirebon dan Natuna yang dinilai dapat membuka pasar baru bagi pelaku usaha.

Menurut dia, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti karena dapat memperluas jaringan perdagangan domestik sekaligus meningkatkan volume muatan yang melalui Pelabuhan Cirebon.

Di sisi lain, ia meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebagai operator pelabuhan untuk mengatur integrasi layanan logistik antara Pelabuhan Cirebon dan Pelabuhan Patimban. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi persaingan yang justru melemahkan salah satu pelabuhan.

Roberth menilai setiap pelabuhan dapat memiliki fungsi yang berbeda sesuai karakteristik dan keunggulannya masing-masing. Pelabuhan Patimban dapat diarahkan untuk melayani kebutuhan ekspor-impor dan logistik internasional, sementara Pelabuhan Cirebon tetap diperkuat sebagai pusat distribusi komoditas domestik dan perdagangan antarpulau.

“Kami ingin Pelindo menjaga konektivitas antar-pelabuhan agar pembagian pengelolaan angkutan bisa berjalan bersama-sama. Pelabuhan Cirebon harus tetap dipertahankan dan eksistensinya tetap hadir karena memiliki peran penting bagi perekonomian daerah maupun nasional,” kata Roberth.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hore! Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi Bebas Pajak Selama Libur Sekolah
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Batulicin (BESS) Bagi Dividen Rp15 Miliar, Seperempat dari Laba 
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Detik-detik Serigala Mangsa Kawanan Bison di Hutan Purba Polandia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BPKH Catat Pendaftar Haji Tembus 203 Ribu Orang, Lampaui Target RKAT Mei 2026
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Prabowo: Setiap Jenderal Harus Selalu Ingat Peran Petani dan Nelayan
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.