2 Peserta SPPI Meninggal saat Latihan Dasar Militer, Kemenhan Lakukan Evaluasi Latsarmil

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) setelah dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti pendidikan.

"Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan yang diterima ANTARA, di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

BACA JUGA: 2 Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Latihan Dasar Militer

Rico mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan keselamatan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan latsarmil.

"Kami akan mengevaluasi mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan," ujarnya.

BACA JUGA: Pernyataan KDM Setelah Taufik Hidayat Penyiksa Wanita di Bandung Tertangkap

Dia menegaskan Kemhan terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik demi mewujudkan penyelenggaraan latsarmil yang lebih baik.

"Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel," kata Rico.

BACA JUGA: Gerindra Merespons Isu Budi Djiwandono Instruksikan Kader Awasi Pergerakan Gibran

Sebelumnya, dua peserta Program SPPI yang dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti latsarmil.

Kedua peserta tersebut bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Rico menjelaskan Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat "heat stroke" saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Heat stroke (atau sengatan panas) adalah kondisi gawat darurat akibat paparan suhu panas ekstrem, di mana suhu inti tubuh melonjak drastis hingga mencapai atau melebihi 40 derajat Celsius dan sistem pengaturan suhu tubuh gagal berfungsi.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.

Menurut Rico, Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat 'cardiac arrest' atau henti jantung," katanya.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentara Sering di Sawah
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Petinggi BEM FH UBK dan FEB Nonaktif yang Kecipratan Uang Suap adalah Peserta KIP Kuliah, Dituntut Kembalikan!
• 11 jam laludisway.id
thumb
Degradasi ke Frontier Market Masih Mengintai, MSCI Tegaskan Tak Butuh Sekadar Pengumuman Kebijakan
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Persib Bandung Resmi Lepas Pemain Asal Spanyol Sergio Castel
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Demi Piala Dunia 2026, Rice Rela Tahan Cedera di Arsenal
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.