Pemerintah Prioritaskan Produk Dalam Negeri untuk Program Kompor Listrik

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memprioritaskan produk buatan dalam negeri untuk program pengadaan kompor listrik. Ini dilakukan  agar anggaran lebih efisien dan tidak memicu impor.

Adapun, langkah pemerintah kembali mengusulkan program kompor listrik merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang terus membebani devisa dan anggaran subsidi negara.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menuturkan, pihaknya masih menggodok skema pengadaan kompor listrik untuk rumah tangga itu. Dia lantas memastikan pengadaan kompor listrik bakal berasal dari dalam negeri.

Apalagi, salah satu pertimbangan utama dalam perencanaan program tersebut adalah menghindari ketergantungan terhadap produk impor.

"Jadi rapat yang kita lakukan ini kan kita harus identifikasi, ini kan jangan kita membuat kebijakan ternyata kita impor lagi untuk kompor listriknya," ujar Yuliot ditemui di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, penggunaan kompor listrik produksi domestik berpotensi meningkatkan efektivitas pemanfaatan anggaran negara. Dengan harga yang lebih kompetitif, jumlah penerima manfaat program berpeluang lebih besar dibandingkan apabila pemerintah mengandalkan produk impor.

Oleh karena itu, pemerintah masih mendalami berbagai aspek teknis dan ekonomi sebelum menetapkan target jumlah unit kompor listrik yang akan dibagikan kepada masyarakat. Kementerian ESDM mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp815,59 miliar untuk pengadaan kompor listrik pada 2027.

“Dari anggaran yang kita tetapkan, mungkin kalau kita beli di dalam negeri justru dapatnya lebih banyak. Jadi ini kita lakukan evaluasi lebih detail lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Yuliot menjelaskan bahwa program konversi kompor listrik tidak hanya mencakup pengadaan unit kompor, tetapi juga sejumlah perangkat pendukung yang harus disediakan dalam satu paket.

Selain kompor, masyarakat penerima program juga membutuhkan peralatan memasak yang kompatibel dengan teknologi kompor listrik, termasuk penyesuaian instalasi kelistrikan di rumah.

"Ini kita dalami lagi. Karena itu kan juga kompor listrik [terdiri dari beberapa komponen], yang pertama ini kan kompornya, kemudian kan enggak bisa menggunakan panci biasa, ini kan juga harus satu paket," tutur Yuliot.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperhitungkan kebutuhan peningkatan daya listrik bagi rumah tangga sasaran program. Pasalnya, mayoritas pelanggan yang selama ini menggunakan daya 450 volt ampere (VA) dinilai belum memadai untuk mengoperasikan kompor listrik.

“Termasuk daya juga. Jadi rata-rata ini kan daya 450 VA. Kalau penggunaan kompor listrik itu sekitar 1.000 watt, jadi ini harus kita sesuaikan semua,” kata Yuliot.

Baca Juga

  • Memantik Kembali Program Konversi LPG ke Kompor Listrik
  • Bahlil Kembali Dorong Program Kompor Listrik, Ini Pertimbangannya
  • Tekan Impor LPG, Bahlil Minta Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krimea Membara Total! Depot Minyak Meledak, Konvoi Rusia Hancur, Warga Berebut Keluar Semenanjung!
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Terkait Penggeledahan di PN Jaksel
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Bungkam Kritik, Begini Reaksi Blak-blakan Cristiano Ronaldo Usai Portugal Pesta 5 Gol
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jaksa Agung Buka Wacana Penyatuan Jampidum dan Jampidsus
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Terpopuler: BMW i5 Bermasalah, Adu Irit Mobil Listrik vs Motor, hingga Bedah Teknologi Hybrid
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.