Menkes Ingin Produk Belanja Kesehatan Diproduksi di Dalam Negeri

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi mendorong agar produk untuk belanja kesehatan Indonesia bisa diproduksi dalam negeri. Hal ini agar belanja kesehatan Indonesia bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Dia melihat belanja kesehatan memang potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena pertumbuhan persentase belanja kesehatan Indonesia sudah cukup tinggi hingga 13 persen.

“Memang semua belanja ini belum ditranslasikan jadi pertumbuhan ekonomi di sektor kesehatan, karena sebagian besar masih impor. Jadi yang enjoy GDP growth dan job growth-nya itu di negara lain. Itu sebabnya kita ingin mendorong agar semua belanja kesehatan kita kalau bisa produknya diproduksi di Indonesia,” kata Budi dalam konferensi pers usai Forum Tingkat Tinggi Building Regional and Global Health Resilience in ASEAN di Kantor DEN, Jakarta pada Rabu (24/6).

Dia memberi contoh bahwa saat ini produksi benzena memang sudah diproduksi di Indonesia, namun benzena menjadi cumene belum ada hilirisasinya di Indonesia.

Selain itu, produksi phenol menjadi parasetamol memang sudah ada di Indonesia namun produksi cumene menjadi fenol belum ada di Indonesia. Maka dari itu, ia mendorong hilirisasi dari produksi berbagai produk kesehatan tersebut.

“Jadi kalau semua rantai produksi atau hilirisasi ini bisa dibikin di Indonesia, belanja yang 12 persen-13 persen tumbuh itu bisa ditranslasikan jadi GDP di sektor kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, ia menjelaskan memang Indonesia masih melakukan impor belanja kesehatan sebesar 70-80 persen khususnya untuk bahan baku obat. Meski demikian, angka tersebut menurut Budi sudah diturunkan 20 persen dari persentase sebelumnya.

Maka dari itu, ia tengah mendorong agar active pharmaceutical ingredient (API) atau bahan baku obat ke depan bisa dibikin di Indonesia.

“Jadi (saat ini) sudah bikin 35 API yang dibikin di Indonesia. Dan itu akan kita tingkatkan terus supaya makin lama makin banyak yang dibikin di Indonesia sehingga hilirisasi terjadi,” kata Budi.

Di samping itu, ia juga akan mendorong agar Danantara untuk menggarap beberapa proyek kesehatan. Untuk itu, ia berencana untuk berkomunikasi dengan CIO Danantara, Pandu Sjahrir.

“Jadi Danantara sekarang ada diskusi untuk masuk ke sana, dan kita akan buka proyek-proyek investasi baru ke Danantara juga. Karena Danantara kan punya banyak dana yang dia mau bisa taruh kan, nah kesempatannya untuk develop industri kesehatan itu bisa,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Tertekan Harga Gas, PHK Intai Pekerja
• 50 menit lalukompas.id
thumb
KPK Panggil 13 Saksi di Jakarta dan Bali pada Kasus Imigrasi Silmy Karim
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komisi IX DPR minta Kemenkes kaji ulang usulan penderita TBC diberi MBG
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Sejoli Terduga Penggasak Motor di Gresik Dibekuk Polres Gresik di Surabaya
• 2 jam laluberitajatim.com
thumb
Sebut Olahraga Yoga Tak Main-main, Inul Daratista: Sekali-kali Kamu Boleh Flexing
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.