Masuk Fortune 500, Pertamina Dinilai Seimbangkan Penugasan dan Kinerja Bisnis

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pencapaian Pertamina yang masuk peringkat tiga Fortune Southeast Asia 500 dinilai positif. Hal ini diraih Pertamina karena pendapatannya mencapai USD70,89 miliar dan laba USD3,35 miliar atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan Pertamina menjadi perusahaan dengan leverage yang cukup besar. Artinya, BUMN energi itu masuk ke dalam 500 perusahaan dengan kekuatan kapital dan revenue yang sangat besar.

Jika dibandingkan dengan sesama perusahaan migas, posisi Pertamina hanya berada di bawah raksasa energi Thailand PTT.

“Dan kita tentu saja bangga dengan masuknya salah satu perusahaan nasional menjadi perusahaan papan atas di Asia Tenggara. Artinya apa?  Ya, terus bertumbuh, kan?” kata dalam keterangannya, Rabu, 24 Juni 2026.   

Kholid menegaskan penghargaan tersebut juga menunjukkan manajemen Pertamina memiliki kemampuan menjaga keseimbangan antara dua pendulum, yaitu sebagai korporasi yang dituntut mencetak laba dan pelaksana dari penugasan pemerintah untuk menjaga ketahanan energi.

“Kalau misalnya penugasannya terlalu ke atas, fungsi profit seeking-nya turun. Sementara orientasinya pada profit seeking,  penugasannya tentu agak sedikit berkurang. Saya kira  keseimbangan ini menjadi fitrah dari BUMN dalam hal ini Pertamina,” kata Kholid.

Pekerja Pertamina melakukan pemantauan operasional di area kilang. (Dok. Pertamina)

Baca Juga:  Peringkat 3 Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Jadi Motivasi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Dia menilai keberhasilan Pertamina menunjukkan BUMN strategis tersebut dapat menjadi motor ekonomi nasional, menciptakan nilai tambah bagi negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi Asia Tenggara.

Kholid mengatakan Pertamina sudah menjalankan dengan baik peran pentingnya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.

“Peran penting Pertamina untuk menjaga keamanan pasok energi seperti penyediaan BBM, penyediaan LPG, penyediaan diesel, itu menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional harus lebih ditingkatkan lagi,” ujar Kholid.

Kholid mengatakan pertamina mampu memasok kebutuhan energi masyarakat, termasuk untuk industri, ekonomi bertumbuh. “Itulah peran penting Pertamina untuk menjaga keandalan energi di dalam beberapa tahun ke depan,” kata Kholid.

Namun, dia mengingatkan perlunya melakukan peningkatan profesionalitas, peningkatan kapasitas manajemen, kelembagaan Pertamina di masa datang untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Dengan demikian, diharapkan Pertamina bisa naik kelas atau berkinerja lebih baik lagi di masa mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kritik Keras Ketimpangan Anggaran, Apindo Pertanyakan LPDP Rp100 Triliun untuk Pekerja Kerah Biru
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
• 5 jam laluokezone.com
thumb
PBB: Kelangkaan bahan bakar ganggu berbagai layanan di Gaza
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Registrasi SIM Card dengan Verifikasi Wajah Berlaku Mulai Juli 2026, Simak Caranya
• 40 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.