EtIndonesia.com Baru-baru ini, air di sebuah sungai di Kota Ma’anshan, Provinsi Anhui, Tiongkok mendadak berubah menjadi merah darah, sehingga menarik perhatian luas masyarakat.
Video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah sungai dengan lebar puluhan meter yang seluruh aliran airnya berubah menjadi merah pekat, menciptakan pemandangan yang sangat mencolok dan mengkhawatirkan. Warganet setempat menyebutkan bahwa lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Danyang, Kota Danyang, Distrik Bowang, Ma’anshan.
Menurut laporan media Tiongkok Chao News pada 22 Juni, seorang pemilik usaha di dekat sungai mengatakan bahwa sekitar pukul 08.30 pagi ia menyadari air sungai telah berubah warna.
“Sekitar pukul 09.00 warnanya paling merah dan kondisinya sangat parah. Sekarang sudah sedikit membaik dibandingkan pagi tadi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa banyak petugas dari pemerintah distrik maupun pemerintah kota berada di lokasi untuk menangani kejadian tersebut.
“Kemungkinan limbah dari sebuah pabrik yang masuk ke sungai. Kejadian seperti ini sebelumnya sangat jarang terjadi, tetapi kali ini benar-benar parah.”
Ketika ditanya seberapa luas dampaknya, ia mengatakan tidak mengetahui secara pasti.
“Pokoknya sangat panjang, sampai sulit melihat ujungnya.”
Seorang staf dari Kantor Urusan Umum Pemerintah Kota Danyang menyatakan bahwa sungai tersebut bernama Sungai Yangqiao. Ia mengaku mengetahui perubahan warna air tersebut, tetapi tidak mengetahui penyebab pastinya dan tidak ingin berspekulasi.
Pada malam harinya, Biro Lingkungan Hidup Distrik Bowang, Kota Ma’anshan, mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut penjelasan mereka, perubahan warna air disebabkan oleh pigmen merah berbasis air (bahan baku produksi) yang disimpan di area terbuka milik sebuah perusahaan bahan kemasan. Karena cincin penyegel (flange gasket) pada wadah penyimpanan rusak, bahan tersebut bocor dan mengalir melalui jaringan drainase air hujan hingga masuk ke Sungai Yangqiao, sehingga menyebabkan air sungai berubah menjadi merah.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pintu air di bagian hilir telah ditutup dan penanganan terhadap sungai sedang dilakukan. Mereka juga menjelaskan bahwa warna merah pada air terutama berasal dari kandungan ion besi dalam produk tersebut.
Reaksi WarganetPeristiwa ini memicu banyak komentar dari pengguna internet di Tiongkok, antara lain:
- “Seram sekali, sebenarnya apa yang terjadi?”
- “Mengerikan. Kalau air ini diminum pasti bisa menimbulkan masalah.”
- “Warna sungai sekarang bertambah satu lagi. Apa harus mengumpulkan semua warna?”
- “Saya sampai mengira itu benar-benar darah.”
- “Benar-benar seperti sungai yang dipenuhi darah.”
Ada juga yang mengkritik dugaan pencemaran lingkungan:
- “Coba lihat di sepanjang Sungai Yangtze, pabrik mana yang tidak membuang limbah ke sana?”
- “Apakah masih ada tempat memancing di Bowang? Semuanya sudah tercemar logam berat.”
- “Sepertinya mereka ingin membuang limbah saat hujan deras, tetapi hujannya keburu berhenti.”
Komentar lain menyebut:
- “Jelas ini pembuangan limbah secara ilegal. Harus diselidiki dan dihukum berat.”
- “Kalaupun membuang limbah, saya belum pernah melihat yang seberani ini.”
- “Sungai ini bermuara ke Sungai Yangtze. Bukankah ini bisa merusak ekosistem Sungai Yangtze?”
Sumber : NTDTV.com





