KOMPAS.TV – Warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpaksa menantang risiko dengan menyeberangi sungai demi tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi akibat rusaknya jembatan gantung yang selama ini menjadi akses utama penghubung antara Kecamatan Kalijati dan Kecamatan Serangpanjang.
Sejak jembatan gantung di atas Sungai Cikeruh mengalami kerusakan parah, mobilitas warga menjadi terganggu. Akses menuju tempat kerja, sekolah, hingga berbagai keperluan lainnya tidak lagi dapat dilalui seperti biasa sehingga warga harus mencari jalur alternatif.
Untuk mencapai tujuan mereka, warga terpaksa menyeberangi sungai secara langsung. Saat musim kemarau dan debit air sungai menurun, warga masih dapat melintas dengan relatif aman. Namun, kondisi berbeda terjadi saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus sungai menjadi lebih deras, sehingga warga kerap kesulitan bahkan tidak dapat menyeberang.
Menurut warga, sebelum mengalami kerusakan, jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya sarana penyeberangan yang menghubungkan kedua wilayah. Kehadiran jembatan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan pendidikan.
Saat ini, jembatan gantung sepanjang 48 meter tersebut sedang menjalani proses perbaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Perbaikan ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.
Setelah selesai diperbaiki, jembatan gantung ini diharapkan kembali memperlancar mobilitas warga, mempermudah akses antarwilayah, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Kalijati dan Kecamatan Serangpanjang.
#Subang #JembatanGantung #JawaBarat #SungaiCikeruh
Baca Juga: [FULL] Ironi Anggaran Pendidikan: Sekolah Rusak dan Kesejahteraan Guru Diperhatikan? | DIPO
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- jembatan
- jalanrusak
- subang
- SungaiCikeruh
- sapasiang





