Terkini, Makassar — Kegigihan dan konsistensi dalam membangun masyarakat desa mengantarkan Jamaluddin, Founder Rumah Koran asal Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, meraih berbagai prestasi hingga tingkat internasional.
Perjalanan tersebut bermula dari keikutsertaannya dalam ajang Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards yang menjadi titik balik perkembangan gerakan sosial yang dirintisnya.
Dalam Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2026 pada Rabu 24 Juni 2026 di Hotel Claro Makassar, Jamaluddin mengisahkan bahwa dirinya pertama kali mendaftar SATU Indonesia Awards pada 2016 melalui kategori lingkungan. Namun, upayanya saat itu belum membuahkan hasil.
Founder Rumah Koran Kanreapia Gowa (kiri) saat menjadi narasumber di Bincang Inspiratif Astra di Claro Makassar, Rabu 24 Juni 2026.Meski demikian, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti. Setahun kemudian, Jamaluddin kembali mengikuti seleksi dengan mengajukan program pada kategori pendidikan yang dinilai lebih sesuai dengan aktivitas yang dijalankan Rumah Koran.
“Pada tahun 2017 saya mendaftar kembali dengan bidang yang berbeda. Dari situ saya belajar bahwa kegiatan yang kami lakukan ternyata lebih kuat di bidang pendidikan dan akhirnya mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards,” ujar Jamaluddin kepada media.
Menurutnya, apresiasi yang diberikan Astra tidak hanya berupa penghargaan seremonial, tetapi juga pendampingan berkelanjutan yang membantu pengembangan organisasi dan program-program yang dijalankan.
“Astra bukan hanya memberikan penghargaan, tetapi juga mendampingi kami melalui mentoring, fasilitasi pengembangan program, hingga memperkuat kapasitas gerakan yang kami lakukan di desa,” katanya.
Setelah menerima apresiasi SATU Indonesia Awards, Rumah Koran berkembang menjadi bagian dari program Desa Sejahtera Astra.
Program yang awalnya berfokus pada bidang pendidikan kemudian diperluas menjadi empat pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan.
Berbagai pencapaian pun berhasil diraih. Pada 2022, Desa Kanreapia memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sementara pada 2026, Jamal berhasil meraih penghargaan Kalpataru yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup di Indonesia.
Tak hanya itu, kiprah Rumah Koran juga mendapat perhatian dunia internasional. Melalui dukungan dan jejaring yang terbentuk dari SATU Indonesia Awards, Jamaluddin dipercaya menjadi narasumber pada Conference of the Parties (COP) 28 di Dubai, Uni Emirat Arab.
“SATU Indonesia Awards menjadi ruang yang membuka banyak kesempatan. Kami bahkan diberi kepercayaan menjadi narasumber di COP28 Dubai untuk berbagi pengalaman mengenai gerakan pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan di desa,” ungkapnya.
Jamaluddin menilai SATU Indonesia Awards merupakan peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperluas dampak dari inovasi sosial yang mereka lakukan.
“Ini kesempatan yang jangan dilewatkan. Apa yang kita lakukan di desa bisa lebih dikenal, lebih kuat, dan bisa ditiru oleh masyarakat maupun pemuda lainnya,” ujarnya.
Melalui Rumah Koran, Jamaluddin mengembangkan gerakan literasi bagi petani yang mencakup berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut meliputi pendidikan literasi dasar, bantuan alat pertanian, edukasi budidaya dan pemasaran hasil pertanian, hingga program berbagi hasil panen kepada masyarakat.
Selain itu, Rumah Koran juga aktif menyalurkan bantuan berupa cangkul, caping, pupuk organik, alat semprot, sprinkler, serta mendukung pembangunan sarana pertanian dan konservasi lingkungan.
Program-program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Astra, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sulawesi Selatan, instansi pemerintah terkait, serta masyarakat Desa Kanreapia.
Jamaluddin mengungkapkan bahwa perubahan paling signifikan setelah menerima apresiasi SATU Indonesia Awards adalah meningkatnya pengakuan terhadap Desa Kanreapia sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau dulu desa ini belum banyak dikenal, sekarang ketika dicari di Google maupun media sosial, potensi-potensinya sudah bisa ditemukan. Banyak masyarakat dari luar yang datang untuk belajar dan melakukan wisata edukasi di desa kami,” jelasnya.
Saat ini Desa Kanreapia dikenal sebagai kampung sayur, kampung iklim, sekaligus menjadi satu-satunya Desa Sejahtera Astra di Kabupaten Gowa.
Berbagai capaian tersebut menjadikan desa ini sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi yang berhasil berkembang dari tingkat lokal hingga mendapat pengakuan nasional dan internasional.




