Ciri-Ciri Kampas Rem Minta Ganti

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Pengereman sering dianggap enteng namun punya peran yang sangat penting, jadi hal yang paling mengejutkan bagi para pemerhati keselamatan berkendara di jalan raya. Padahal sebagai pemilik kendaraan tentu harus paham bagaimana cara merawatnya. Termasuk mengetahui kapan penggantian komponen rem harus agar tetap beroperasi secara optimal.
 
Pengendara wajib mengetahui cara merawat rem pada sepeda motor agar tetap aman dan nyaman ketika dikendarai. Jika sepeda motor menggunakan jenis Rem Tromol dan Cakram maka hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 4.000 KM.
 
Selanjutnya periksa keausan kampas rem terhadap batas servis melalui indikatornya, dan terakhir selalu gunakan suku cadang asli. “Bagi sepeda motor yang sudah menggunakan jenis rem cakram, perawatan juga bisa dilakukan dengan membersihkan piringan cakran sampai ke bagian lubang anginnya,” ujar Manager After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers (Sumatera Selatan & Bengkulu), Muslian, melalui keterangan resminya.
 
Kemudian untuk pemeriksaan rem jenis tromol dapat dilakukan mulai dari mengecek keausan rem tromol, pemeriksaan jarak main bebas handle rem untuk rem depan 10-22 mm, rem belakang matic 10-22 mm, cub & sport 20-30 mm, stel jarak main bebas rem apabila tidak standar dapat memutar mur penyetel pada bagian ujung kabel rem, dan terakhir periksa lampu switch rem. Baca Juga:
Bocoran Spesifikasi BYD Seal 08, Jarak Tempuh Sampai 785 Km  
Jika pemeriksaan dilakukan sepeda motor dengan jenis rem cakram, pemeriksaan terbagi ke dalam 2 bagian yaitu cari kerja rem hidraulik dan pemeriksaan jika adanya udara palsu di sistem rem hidrolik. Untuk pemeriksaan cara kerja rem hidraulik dapat dilakukan dengan langkah awal memposisikan motor standar tengah.

Selanjutnya periksa kelancaran putaran roda dua saat tuas rem bebas, jika bisa berputar lancar maka dapat dikatakan normal. Kemudian tekan dan lepaskan tuas rem beberapa kali, putar kembali roda harus berputar lancar. “Ulangi langkah-langkah tersebut untuk memastikan rem bekerja dengan normal,” ujar Ade.
 
Apabila saat pemeriksaan adanya udara palsu sistem rem hidrolik maka hal pertama adalah menekan dan menahan tuas rem, dikatakan normal jika tuas rem terasa ada tekanan yang kuat. Namun jika ada udara palsau terasa tidak ada tekanan atau kosong, maka disarankan mengganti minyak rem dengan yang baru dan lalukan pemerikaan adanya kebocoran sistem rem hidrolik.
 
“Pada dasarnya sistem pengereman tipe tromol dan cakram dilengkapi dengan indicator keausan, jika indikator sudah sejajar atau menipis dengan batas maksimal keausannya maka harus segera melakukan penggantian kampas rem.”
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Tak Lagi Bebas Serang Iran, Senat AS Pasang Rem
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Registrasi SIM Biometrik Siap Berlaku 1 Juli 2026, Kemkomdigi Fokuskan untuk Nomor Baru
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Dorong 3 Agenda Kehutanan Global
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Minyak Merosot 1% Usai Banyak Tanker Menuju Hormuz, Timah Anjlok 5%
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Minyak Turun 1 Persen, Investor Cermati Dampak Pembicaraan Damai AS-Iran
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.