JAKARTA, KOMPAS.com - Epidemiolog dan pengamat kesehatan Dicky Budiman menilai kesehatan mental menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di Jakarta menjelang usia lima abad dan di tengah ambisinya menjadi kota global.
Menurut Dicky, masalah kesehatan mental masyarakat perkotaan terus meningkat seiring berbagai tekanan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.
"Selain itu, kesehatan mental masyarakat perkotaan juga menjadi masalah yang harus diatasi karena terus meningkat seiring tekanan ekonomi, kemacetan, kepadatan penduduk, kesepian sosial, dan ketidakpastian masa depan," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com melalui Whatsapp, Selasa (23/6/2026).
Ia menilai kondisi tersebut membuat isu kesehatan mental semakin penting untuk menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di kota besar seperti Jakarta.
"Kondisi ini menyebabkan isu kesehatan mental menjadi semakin penting di kota besar seperti Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Polusi Udara Jadi Tantangan Terbesar Jakarta Menuju Kota Global
Kesejahteraan Psikologis Jadi Ukuran Kota GlobalDicky mengatakan, ukuran keberhasilan sebuah kota global tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun pembangunan fisik semata.
Menurut dia, kota global juga harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis masyarakatnya.
"Kota global bukan hanya kota yang produktif secara ekonomi, tetapi juga kota yang mampu menjaga kesejahteraan psikologis warganya," kata Dicky.
Ia menilai tantangan kesehatan Jakarta saat ini semakin kompleks karena dipengaruhi berbagai faktor di luar layanan kesehatan, termasuk faktor sosial dan lingkungan.
"Tantangan kesehatan Jakarta saat ini justru semakin didominasi oleh faktor lingkungan, perubahan iklim, dan determinan sosial kesehatan yang membutuhkan intervensi lintas sektor," ujarnya.
Baca juga: Sebaran RTH di Jakarta Masih Belum Merata, Warga Pinggiran Sulit Akses Taman Besar
Ketimpangan Lingkungan Berpengaruh pada Kualitas HidupSelain kesehatan mental, Dicky juga menyoroti masih adanya ketimpangan kesehatan di berbagai wilayah Jakarta.
Menurut dia, sebagian masyarakat masih hidup dalam kondisi yang rentan terhadap berbagai faktor risiko kesehatan.
"Masih ada kelompok masyarakat di Jakarta yang menghadapi kepadatan hunian tinggi, sanitasi yang belum optimal, paparan banjir berulang, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta paparan polusi," kata Dicky.
Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
"Artinya, ketimpangan kesehatan menjadi isu yang sangat penting karena berpengaruh terhadap harapan hidup dan kualitas hidup masyarakat Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Menuju Kota Global, Jakarta Masih Dibayangi Tiga Ancaman Kesehatan
Jakarta Menuju Kota GlobalSebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jakarta dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta yang digelar di Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Dalam perayaan HUT ke-499 Jakarta tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusung tema "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta".
Tema tersebut menjadi refleksi atas transformasi yang tengah dijalankan Jakarta dalam upaya menjadi kota global yang modern, inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




