JAKARTA, KOMPAS.com - Proses evakuasi ratusan lembar muatan besi wiremesh yang menjadi muatan truk terguling di Flyover Tomang, Jakarta Barat, masih berlangsung hingga Rabu (24/6/2026) sore.
Meski demikian, kepolisian secara bertahap mulai membuka satu lajur Jalan Tol Kebon Jeruk arah Tanjung Priok sehingga kendaraan sudah dapat melintas.
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo menjelaskan, lamanya proses evakuasi disebabkan banyaknya lembaran besi yang harus dipindahkan satu per satu.
Baca juga: Naik KRL ke JIS Cuma Rp 1 hingga 28 Juni, Simak Rute dan Ketentuannya
"(Evakuasi) Belum (selesai), kan itu besi-besi yang pada tumpah ngangkatnya satu-satu, apalagi di atas kan, jadi lama. Sementara masih berlangsung proses evakuasinya," kata Sudarmo saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Rabu.
Sudarmo mengatakan, sebagian lembaran besi yang semula menutup ruas tol telah dipindahkan ke sisi jalan dan diturunkan ke bawah.
"Sudah, satu lajur bisa dilewati, cuman kan masih ada sisa yang mepet ke satu lajur, dipepetin sebelah kiri. Tapi sekarang ini di atas, satu lajur sudah bisa melintas," jelas Sudarmo.
Meski satu lajur sudah dapat dilalui, Sudarmo belum bisa memastikan kapan seluruh ruas jalan layang maupun akses Tol Kebon Jeruk akan kembali beroperasi normal.
Pasalnya, volume besi wiremesh yang diangkut truk tersebut cukup besar sehingga proses pemindahannya membutuhkan waktu.
"Total besinya itu yang di atas itu kan 500 lembar, itu masih di atas. Terus yang di bawah tadi sudah separuh dibawa. Ya mungkin sampai nanti malam lah, Insyaallah secepatnya kami usahakan segera selesai," tuturnya.
Truk Kontainer TergulingSebelumnya diberitakan, sebuah truk kontainer bermuatan besi wiremesh terguling di dalam Jalan Tol Kebon Jeruk arah Tanjung Priok pada Rabu (24/6/2026) pagi.
Baca juga: Warga Keluhkan Kabel Menjuntai di Bekasi: Jangan Menunggu Ada Korban, Baru Ditangani
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo menyebut truk tersebut terguling di tol area jalan layang Tomang.
"Pagi ini truk muatan besi kurang lebih 30 ton dari tol Kebon Jeruk arah ke Tanjung Priok, tepatnya di jalan layang depan Taman Anggrek terguling hingga muatan tumpah," kata Sudarmo saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu pagi.
Sudarmo menyebut peristiwa itu terjadi pukul 04.30 WIB pagi saat truk melintas di jalan layang dengan membawa muatan.
Saat berada di atas flyover, diduga tali pengait besi di bak muatan putus hingga akhirnya tumpah ke kiri, membuat truk ikut terguling.
Muatan besi wiremesh itu pun berserakan hingga jatuh ke bawah flyover menutup akses Jalan Letjen S. Parman.
"Diduga tali pengait atau penguatnya itu putus, kemudian muatan tumpah menutup jalur Tol Kebon Jeruk arah Grogol dan Jalan arteri Toman arah Grogol," ucap Sudarmo.
Baca juga: Berapa Lama Jalan Kaki dari Stasiun JIS ke Stadion Jakarta International Stadium?
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih berupaya mengevakuasi truk dan memindahkan sisa-sisa besi wiremesh agar ruas Jalan Letjen S. Parman dan Tol Kebon Jeruk bisa kembali dilintasi secara normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



