BANDUNG, KOMPAS.TV - Kriminolog anak dan perempuan, Haniva Hasna, menyampaikan analisisnya terkait kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita di Bandung, Jawa Barat.
Kasus ini melibatkan seorang pria bernama Taufik Hidayat atau TH (30) yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya berinisial YTR (29) selama 3 tahun.
Haniva menjelaskan alasan mengapa korban tidak berusaha melarikan diri saat disekap dan dianiaya pelaku hingga bertahun-tahun.
Ia menuturkan pelaku Taufik Hidayat semula datang menunjukkan sebagai sosok pria yang baik hingga akhirnya korban merasa senang dan nyaman.
"Di awalnya, orang-orang yang manipulatif itu akan menunjukkan green flag dirinya, sehingga pasangan akan menerima dengan senang hati, dengan cintanya," ujarnya dalam dialog program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Rabu (24/6/2026).
Namun, lanjut Haniva, seiring waktu terduga pelaku akan melakukan eskalasi atau peningkatan dalam melakukan aksinya.
Contohnya, terduga pelaku mulai melakukan penganiayaan dan penguasaan terhadap korban, sehingga akhirnya korban menjadi kesulitan atau tidak bisa melarikan diri.
Baca Juga: Kasus Penyekapan Wanita di Bandung, Polda Jabar Ungkap Hasil Visum Korban
Padahal, secara naluri seseorang yang mengalami ketakutan atau sesuatu yang mengancam keamanan dirinya, pasti akan melarikan diri.
"Tapi pelaku sangat-sangat mengetahui bagaimana cara melumpuhkan korban," ucap Haniva.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- penyekapan
- penganiayaan
- korban penyekapan
- bandung
- taufik hidayat
- krimonolog





