Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti MIKA dan KLBF masih bergerak menguat hingga penutupan perdagangan.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 3,57% ke level 399,97. Dari 27 konstituen, 2 saham menguat, 24 melemah, dan 1 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang naik 0,66% ke Rp765, diikuti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang naik 0,31% ke Rp1.595, dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang stagnan.
Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Bumi Resoucers Minerals Tbk. (BRMS) yang turun 14,06% ke Rp550, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 12,57% ke Rp146, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 11,54% ke Rp322, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 8,04% ke Rp492.
Nasib serupa dialami oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 7,46% ke Rp4.590, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 4,93% ke Rp1.060, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 4,18% ke Rp2.750, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 3,82% ke Rp1.385.
MNC Sekuritas menjelaskan IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 0,25% dan ditutup di level 6,101 kemarin. Pergerakan IHSG masih mampu berada di atas MA20 dengan disertai dengan munculnya volume pembelian.
"Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5,723-5,972, selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6,548-6,782," tulis MNC Sekuritas, Rabu (22/6/2026).
_____
Baca Juga
- Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham ASII, JPFA, hingga KLBF Naik ke Zona Hijau
- Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham KLBF, MBMA & DEWA Masih Melaju
- Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham PTBA, AKRA hingga BBCA ke Zona Merah
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





