Laba Pertamina Naik 7% pada 2025, Setoran ke Negara Capai Rp360 Triliun

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebanyak US$ 3,35 miliar atau Rp 55,20 triliun. Angka ini naik 7,03% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 3,13 miliar. Perolehan ini berdasarkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Selasa (23/6).

Tak hanya laba bersih, Pertamina juga membukukan pendapatan sebesar US$ 70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun dengan EBITDA sebesar US$11,43 miliar atau setara Rp188,33 triliun.

Perusahaan menyebut capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kuat sekaligus efektivitas strategi perusahaan dalam menjaga kinerja di seluruh lini bisnis energi.

“Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam siaran pers, Rabu (24/6).

Selain itu, Pertamina juga memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 360,76 triliun melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen sepanjang 2025. Perseroan merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar US$ 5,9 miliar atau setara Rp 97,20 triliun serta mencatat Penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) sebesar Rp 531,5 triliun.

Di sektor hulu sepanjang 2025, produksi migas tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), sementara sektor pengolahan mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Capaian ini mencerminkan kemampuan kilang dalam mengoptimalkan produksi produk bernilai tinggi. Sepanjang 2025, kilang Pertamina juga mengolah volume intake mencapai 333 juta barel.

Di sektor hilir, kilang Pertamina memasok sekitar 70% kebutuhan BBM nasional untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian Indonesia. Sementara itu, bisnis gas menunjukkan kinerja positif dengan volume transmisi gas mencapai 587 BSCF atau tumbuh 4% dibandingkan tahun sebelumnya, serta volume niaga gas terjaga di 305 juta MMBTU. 

Di bidang logistik maritim, volume kargo domestik dan internasional yang diangkut mencapai 172 juta KL. Pertamina juga terus memperkuat transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Sepanjang 2025, produksi listrik mencapai 8.711 GWh atau meningkat 3% dari tahun sebelumnya. 

Selain itu, Pertamina juga menjalankan berbagai program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis yang menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO?e sepanjang 2025. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Pertamina terhadap target Net Zero Emission (NZE). 

Simon menambahkan, upaya tersebut diwujudkan melalui pendekatan yang berfokus pada ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan harga (affordability), dan keberterimaan (acceptability) energi bagi masyarakat. 

“Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional,” ujar Simon.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
12 Jam Usai Besi 30 Ton Terjatuh, Arus Tomang-Grogol Masih Tersendat
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Netizen Kecam Pemain Timnas Jepang yang Terlibat Kasus Kekerasan Seksual tapi Masih Berlaga di Piala Dunia 2026
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kemenkes Bakal Gaet Tokoh Agama hingga Ormas untuk Edukasi Vaksin
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Seorang pria ditangkap terkait ancaman bom palsu di Bandara Sydney
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
MSCI Apresiasi Reformasi OJK-BEI, Masih Ada Risiko ke Frontier Market
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.