Alasan Reno Salampessy Jadi Buruan Utama PSM Makassar: Menjawab Kekosongan yang Ditinggalkan Victor Dethan

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bursa transfer selalu menghadirkan cerita tentang harapan baru. Di tengah berbagai spekulasi yang mengiringi persiapan PSM Makassar menghadapi musim 2026/2027, satu nama muda mulai ramai diperbincangkan: Reno Salampessy.

Pemain berusia 18 tahun milik Persipura Jayapura itu dikabarkan semakin dekat menuju Makassar. Jika transfer tersebut benar-benar terwujud, maka Reno bukan sekadar tambahan pemain muda dalam skuad Pasukan Ramang. Ia bisa menjadi salah satu bagian penting dari proyek yang sedang dibangun pelatih Darije Kalezic.

Kehadiran Reno juga memiliki konteks yang lebih besar. PSM sedang memasuki fase regenerasi. Beberapa pemain muda yang sebelumnya menjadi andalan perlahan meninggalkan tim, termasuk Victor Dethan yang selama beberapa musim terakhir menjadi salah satu wajah masa depan klub.

Kepergian pemain-pemain muda potensial itu tentu meninggalkan ruang yang harus segera diisi. Bukan hanya soal jumlah pemain, tetapi juga soal karakter dan energi yang mereka bawa ke dalam tim.

Di titik itulah nama Reno Salampessy muncul.

Bagi sebagian besar pencinta sepak bola nasional, nama Reno mungkin belum sepopuler sejumlah wonderkid lain yang lebih dulu mencuri perhatian di Liga 1. Namun di Jayapura, pemain kelahiran 22 Juni 2007 tersebut mulai dipandang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki Persipura.

Usianya baru menginjak 18 tahun. Akan tetapi, tanggung jawab yang diberikan kepadanya sudah jauh melampaui usianya.

Musim lalu, Reno tampil dalam 24 pertandingan bersama Persipura. Dari total 1.440 menit bermain, ia berhasil mencatatkan lima gol dan lima assist. Artinya, ia terlibat langsung dalam sepuluh gol timnya sepanjang kompetisi.

Bagi seorang pemain yang masih berada pada usia remaja, kontribusi tersebut tentu bukan angka yang biasa.

Yang menarik, kontribusi Reno tidak hanya terlihat dari statistik gol dan assist. Ia menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Kepercayaan Persipura memberinya nomor punggung tujuh menjadi bukti bahwa klub melihat sesuatu yang spesial dalam diri pemain muda tersebut.

Nomor punggung tujuh bukan sekadar angka. Dalam dunia sepak bola, nomor itu sering identik dengan pemain yang memiliki kreativitas, keberanian, dan kemampuan memberi perbedaan di lapangan.

Reno tampaknya mampu menjawab kepercayaan tersebut.

Sepanjang musim, ia melepaskan 27 tembakan dengan 17 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan. Rasio itu menunjukkan efektivitas yang cukup baik untuk pemain yang masih terus berkembang.

Tidak hanya tajam dalam menyerang, ia juga cukup cerdas saat mengalirkan bola. Dari 336 umpan yang dilepaskan, sebanyak 273 berhasil mencapai target. Akurasi umpannya mencapai 81,25 persen, sebuah angka yang menunjukkan kemampuan menjaga ritme permainan.

Namun alasan Reno menjadi incaran PSM tampaknya tidak berhenti pada aspek statistik semata.

Darije Kalezic dikenal sebagai pelatih yang tidak takut memberikan kesempatan kepada pemain muda. Dalam berbagai klub yang pernah ditanganinya, ia kerap menunjukkan keberanian untuk mempercayai talenta-talenta muda selama mereka mampu menjawab tuntutan taktik yang diinginkan.

Karakter seperti itulah yang membuat Reno dianggap cocok dengan proyek yang sedang dibangun PSM.

Selain memiliki kemampuan menyerang, Reno juga dikenal aktif membantu pertahanan. Sepanjang musim lalu, ia mencatatkan 22 tekel, 19 intersep, dan tiga sapuan.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa ia bukan tipe pemain yang hanya menunggu bola di area lawan. Ia juga bersedia bekerja keras ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Hal lain yang cukup menarik adalah kedisiplinannya.

Dari seluruh pertandingan yang dimainkan musim lalu, Reno hanya melakukan 12 pelanggaran dan tidak menerima satu kartu kuning pun.

Bagi pemain muda yang bermain dengan intensitas tinggi, catatan itu menunjukkan tingkat kontrol emosi dan kecerdasan bermain yang cukup baik.

Potensi Reno juga telah mendapat pengakuan di level nasional.

Ia merupakan bagian dari Timnas Indonesia U-19 dan sudah mengoleksi lima penampilan. Dari kesempatan tersebut, ia berhasil mencetak dua gol, masing-masing ke gawang Timor Leste dan Vietnam.

Pengalaman bersama tim nasional menjadi modal penting yang bisa membantunya beradaptasi apabila benar-benar bergabung dengan klub sebesar PSM Makassar.

Meski demikian, tidak semua pihak langsung yakin.

Suporter PSM Makassar, Ulil Amri, menilai statistik memang menunjukkan gambaran positif. Namun menurutnya, publik sepak bola Indonesia belum banyak melihat secara langsung bagaimana kualitas Reno ketika berada di atas lapangan.

“Kalau kita lihat statistiknya memang lumayan bagus, dia cetak lima gol dan menyumbang lima assist. Tetapi kan kita juga belum melihat langsung seperti apa kualitasnya di atas lapangan,” ujarnya.

Pandangan tersebut cukup masuk akal.

Liga Indonesia tidak jarang menghadirkan pemain yang memiliki statistik menjanjikan, tetapi membutuhkan waktu untuk beradaptasi ketika naik ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Karena itu, jika transfer ini benar-benar terjadi, tantangan terbesar Reno bukan sekadar bergabung dengan PSM, melainkan membuktikan bahwa potensinya mampu diterjemahkan menjadi performa yang konsisten.

Di sisi lain, Ulil tetap menyimpan harapan besar.

Menurutnya, PSM memiliki tradisi yang cukup baik dalam mengembangkan pemain muda. Klub berjuluk Juku Eja itu kerap memberi ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang menjadi pemain penting.

“Tapi kalau memang kejadian transfer ini, semoga dia cocok sama PSM. Apalagi PSM juga kan tidak jarang mengorbitkan pemain muda,” harapnya.

Sementara itu, pihak Persipura Jayapura masih memilih berhati-hati menanggapi rumor tersebut.

Media Officer Persipura, Eveert Zacharias Joumilena, mengaku belum menerima informasi resmi dari manajemen mengenai kemungkinan kepindahan Reno ke Makassar.

“Untuk hal ini saya belum ada info dari manajemen. Tetapi akan saya cek lagi, mohon maaf ya,” ujarnya.

Meski belum ada pengumuman resmi, situasi kontrak Reno membuat rumor tersebut semakin menarik untuk diikuti. Berdasarkan data Transfermarkt, kontraknya bersama Persipura akan berakhir pada 30 Juni 2026.

Jika tidak ada perpanjangan kontrak, maka peluang bagi klub-klub peminat untuk mendapatkan tanda tangannya tentu semakin terbuka.

Bagi PSM Makassar, mendatangkan Reno Salampessy bukan sekadar merekrut pemain muda berbakat. Ini bisa menjadi investasi jangka panjang sekaligus upaya menjaga identitas klub yang selama ini dikenal berani memberi panggung kepada generasi muda.

Dan jika Darije Kalezic benar-benar berhasil membawanya ke Makassar, Reno mungkin tidak hanya datang sebagai pemain pelapis. Ia bisa menjadi salah satu wajah baru masa depan Pasukan Ramang, mengisi ruang yang ditinggalkan para pendahulunya, sekaligus membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk bersinar di panggung yang lebih besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan 18,5 Kilogram Ganja dan Hasis, Diduga Akan Diedarkan ke Bali
• 39 menit lalupantau.com
thumb
Soal Makan Bergizi Gratis, Marinus Gea Minta BGN Tak Rangkap Jadi Regulator, Pelaksana, dan Pengawas
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Jaksa Tetapkan Eks Pejabat Kementerian PU Jadi Tersangka Suap Rp 2 M
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kabur Lewat Jendela, Bandar Sabu-Sabu Tewas Terseret Arus Sungai Musi
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.