-
-
-
-
-
Sri Mumpuni, selaku Rektor Universitas Bung Karno akhirnya angkat bicara dan memberikan tanggapannya, soal polemik pengakuan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, yang mengaku mendapatkan uang sebesar Rp20 Juta, pasca menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bukan dengan defensif apalagi membantah, Sri Mumpuni justru memberikan pernyataan tegas yang menyasar pada akar persoalan.
"Pihak luar yang sengaja menunggangi aspirasi dan perjuangan mahasiswa Universitas Bung Karno, Kami meminta seluruh elemen mahasiswa untuk tidak terprovokasi dan menjaga kedaulatan kampus. dari intervensi eksternal yang tidak bertanggung jawab" Ucap Sri Mumpuni dalam konferensi pers yang diselenggarakan di UBK (23/6/2026)
Langkah tegas yang ditempuh UBK juga dilakukan dalam bentuk memberikan hukuman atau sanksi yang nyata, sesuai dengan aturan yang berlaku di Universitas Bung Karno.
"Universitas Bung Karno akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dan pengakuan dari oknum-oknum yang terlibat pelanggaran peraturan kampus" sambungnya
Selain itu, Sri Mumpuni selaku Rektor UBK juga menyuarakan sebuah hal yang tak kalah penting. Hal itu, adalah pengingat kepada masyarakat, untuk tidak melakukan generalisasi terhadap semua peserta didik Universitas Bung Karno. Karena bagi Sri Mumpuni, satu kesalahan bukanlah cermin seluruh institusi.
"Kami menghimbau kepada seluruh pihak termasuk masyarakat dan media massa tidak melakukan generalisasi yang dapat merugikan nama baik institusi maupun ribuan mahasiswa Universitas Bung Karno yang selama ini aktif berprestasi dalam bidang akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta berbagai kegiatan positif lainnya" tutupnya





