Pemerintah Bebaskan Bea Masuk untuk Impor Elpiji dan Bahan Baku Plastik

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memberikan insentif berupa bea masuk 0% untuk sejumlah komoditas strategis, mulai dari impor elpiji, bahan baku plastik, hingga suku cadang pesawat terbang. Kebijakan ini diluncurkan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi untuk semester II-2026 sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan pemerintah memberikan insentif berupa bea masuk 0% untuk impor elpiji bagi industri petrokimia. Pemerintah memperkirakan manfaat ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp2,25 triliun, melalui pengurangan biaya bagi industri dan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor terkait.
  Baca juga: Airlangga Sebut Kenaikan BI Rate Mampu Menjaga Nilai Tukar Rupiah
Selain elpiji pemerintah juga menetapkan tarif bea masuk 0% untuk impor bahan baku plastik. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga barang, khususnya produk makanan dan kebutuhan sehari-hari yang t.
  Baca juga: Airlangga Sebut Kenaikan BI Rate Mampu Menjaga Nilai Tukar Rupiah
Selain elpiji pemerintah juga menetapkan tarif bea masuk 0% untuk impor bahan baku plastik. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas harga barang, khususnya produk makanan dan kebutuhan sehari-h sebagian besar menggunakan kemasan plastik. Ketersediaan bahan baku dengan biaya lebih murah diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan inflasi di tengah dinamika ekonomi global.

"Pemerintah mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang nol ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama karena hampir seluruh kemasan (packaging) makanan dibungkus dengan plastik," ujar Airlangga yang dikutip Prioritas Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026.

Lebih lanjut menurut Airlangga, Pemerintah juga menurunkan bea masuk impor suku cadang pesawat terbang menjadi 0%. Kebijakan ini untuk memperkuat industri penerbangan nasional, serta meningkatkan daya saing industri perawatan dan perbaikan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) agar bisa lebih berdaya saing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vladimir Putin, ASEAN dan Indonesia: Visi Pemimpin Dunia
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pramono: Hampir Semua RT/RW di Jakarta Punya Gerakan Pilah Sampah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Rabu, 24 Juni 2026
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Desa Kedungmalang Jepara Krisis Air Bersih Selama 4 Bulan Terakhir
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hadirkan World Cup Experience 2026 di Mercure Makassar Nexa Pettarani
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.