Masa Depan Profesi Ini di Ujung Tanduk

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir memicu kekhawatiran besar di berbagai sektor pekerjaan. Sejumlah laporan lembaga internasional menunjukkan bahwa AI bukan hanya membantu manusia bekerja lebih cepat, tetapi juga berpotensi menggantikan banyak peran pekerjaan tradisional di masa depan.

Ilustrasi profesi akuntan.
Photo :
  • U-Report
Baca Juga :
Airlangga Sebut Data Center Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Mengapa Profesi di Bidang Kreativitas Tidak Bisa Digantikan oleh AI? Jawabannya Bikin Banyak Orang Terkejut

Laporan OECD Future of Work, dikutip VIVA Rabu, 24 Juni 2026, menegaskan bahwa AI mampu mengotomatisasi tidak hanya pekerjaan rutin, tetapi juga sebagian tugas non-rutin yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia. Hal ini membuat banyak jenis profesi berada dalam posisi rentan terhadap perubahan besar di pasar tenaga kerja global.

Sementara itu, World Economic Forum (WEF) dalam laporan Future of Jobs Report 2025 menyebutkan bahwa perkembangan AI generatif diprediksi akan terus mengubah struktur pekerjaan secara global, menciptakan pekerjaan baru sekaligus menggeser pekerjaan lama dalam skala besar.

Profesi yang Paling Rentan Terdampak AI

Menurut berbagai studi internasional, termasuk riset dari OECD dan laporan ekonomi tenaga kerja global, beberapa profesi yang paling terdampak otomatisasi AI antara lain:

1. Administrasi dan Input Data

Profesi ini meliputi pekerjaan seperti entri data, pengarsipan digital, dan pengelolaan dokumen sederhana. AI dan sistem otomatis kini mampu memproses data lebih cepat, akurat, dan tanpa lelah, sehingga banyak tugas rutin di bidang ini mulai digantikan.

2. Customer Service Level Dasar

Pekerjaan seperti menjawab pertanyaan umum pelanggan kini banyak digantikan chatbot dan AI voice assistant. Sistem ini bisa bekerja 24 jam dan menangani ribuan percakapan sekaligus, meski untuk kasus kompleks tetap membutuhkan manusia.

3. Akuntansi Sederhana

Tugas seperti pencatatan transaksi, pembuatan laporan dasar, dan pembukuan rutin kini banyak dibantu software AI. Namun, analisis keuangan tingkat tinggi masih membutuhkan akuntan profesional.

4. Penerjemah dan Penulis Konten Dasar

AI mampu menerjemahkan teks dan membuat artikel sederhana dengan cepat. Karena itu, pekerjaan yang sifatnya repetitif dan tidak membutuhkan analisis mendalam menjadi lebih rentan tergantikan.

5. Pekerjaan Manufaktur Rutin

Di sektor industri, robot dan sistem otomatis mulai menggantikan pekerjaan seperti perakitan sederhana, pengepakan, hingga kontrol kualitas dasar yang sebelumnya dilakukan manusia.

Baca Juga :
Rahasia Kekuatan AI Mulai Terbongkar!
Banyak yang Belum Sadar, AI Kini Sudah Menjalankan Tugas yang Dulu Hanya Bisa Dilakukan Manusia
Indonesia Jangan Hanya Jadi Pengguna AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tak Sita Motor Listrik, Agar Tetap Dapat Dimanfaatkan untuk Dukung Operasional MBG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kalahkan Ceko 3-0 di Stadion Azteca, Meksiko Sapu Bersih Grup A
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dibully Kakak Kelas di Toilet, Siswa SMP Semarang Tak Sekolah Hampir 3 Bulan
• 6 jam laludetik.com
thumb
Kemenperin Panggil Manajemen Pakerin, Klarifikasi Isu Operasional dan Ancaman PHK
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jalani Sidang Perdana, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Rp4,85 Miliar
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.