Kasus Grace Natalie, Ade Armando, dan Abu Janda Dilimpahkan Bareskrim ke Polda Metro Jaya

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melimpahkan laporan kasus politisi Grace Natalie cs terkait polemik video ceramah Jusuf Kalla (JK) ke Polda Metro Jaya.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra menyebut pelimpahan tersebut lantaran locus-nya sama dengan laporan yang ditangani Polda Metro Jaya.

BACA JUGA: IKM Tegaskan Legal Standing Melaporkan Abu Janda, Dorong Penetapan Tersangka


Pegiat media sosial Permadi Arya yang lebih dikenal dengan panggilan Abu Janda. Foto: arsip JPNN.com/Aristo Setiawan

"Kemarin memang itu karena sudah ada laporan sebelumnya di Polda, makanya biar jadi satu. Kalau dalam satu locus (lokasi) maupun tempus (waktu) yang sama dan objek perkaranya juga sama, ya, kita jadikan satu penanganannya," kata Wira saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

BACA JUGA: Dugaan Polisi Beri Rp 20 Juta ke BEM FH UBK, Anggota DPR Minta Diusut Tuntas

Walakin, dia memastikan bahwa Bareskrim tetap memberikan atensi kepada Polda Metro Jaya dalam penanganan kasus tersebut.

"Kami tetap asistensi kok. Kami tetap back up lah Polda Metro," ujarnya.

BACA JUGA: Puluhan Korban Penipuan Berharap Perkara Saripah Hanum Lubis Segera Masuk Persidangan

Sebelumnya, sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat melaporkan pegiat media sosial Ade Armando dan Permadi Arya (Abu Janda) serta politisi Grace Natalie ke polisi terkait video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Ketua Bidang Hukum dan HAM PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Gurun Arisastra menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan ketiga sosok tersebut karena mengunggah potongan video ceramah JK di media sosial masing-masing.

"Ade Armando yang telah mengunggah video penggalan di (YouTube, red.) Cokro TV tanggal 9 April 2026. Lalu, Permadi Arya yang memposting di media sosialnya tanggal 12 April 2026. Lalu, Grace Natalie yang memposting pada media sosialnya tanggal 13 April 2026," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa dalam unggahan ketiganya, terdapat narasi video JK yang tidak utuh terkait pembahasan ajaran agama Kristen soal mati syahid.


Pegiat media sosial Ade Armando. Ilustrasi. Foto: Antara/Fianda Rassat

JK, sambung dia, sejatinya tidak membahas terkait ajaran agama, tetapi kekhawatiran psikologis masyarakat yang memahami suatu ajaran yang berpotensi mengalami kesesatan berpikir.

"Sehingga bahwa Pak JK menyatakan bahwa cara berpikir syahid itu adalah keliru. Ini kan tidak disampaikan di publik, tidak utuh," ucapnya.

Lantaran pernyataan JK yang terpotong tersebar melalui video, muncul konklusi bernada negatif yang menimbulkan keresahan antarumat beragama. Maka dari itu, pihaknya melapor ke kepolisian.(ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gerindra Ingatkan Jangan Sampai Ada Isu yang Pecah Belah Prabowo dan Gibran
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
• 15 jam lalumatamata.com
thumb
IHSG Turun ke Level 5.883,881
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ukraina Klaim Hantam Pabrik Gas Alam Utama dan Pusat Komunikasi Satelit Rusia
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Bejat di Cianjur: Ibu Tawarkan Anak ke Suami Imbas Tak Mau Dicerai
• 3 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.